Kebenaran Bagi Dunia

Apakah Gereja/Jemaat Itu?

Antonius bertanya kepada Lydia, “Gereja Anda dimana?” Penginjil Silas bertanya kepada penyanyi Onesimus,“ Mengapa Anda tidak ke gereja hari Minggu kemarin?” Filipus murid SMU berkata kepada teman-temannya, “Oh, saya tidak bisa ikut kegiatan pramuka besok, soalnya saya harus pergi ke gereja.” Mungkin masih banyak lagi ekspresi yang senada dengan hal-hal di atas yang pernah Saudara dengar. Saya yakin Saudara tidak asing lagi dengan ungkapan-ungkapan tersebut karena realita yang terjadi memang demikian adanya. “Gereja” itulah sebutannya. Semua orang pernah mendengarnya. Namun tidak sedikit persepsi yang salah tentang gereja.

Definisi Gereja

Ketika para rasul dan penulis lain yang diilhami menuliskan Alkitab Perjanjian Baru, mereka menuliskannya dalam bahasa Yunani Koine, yang merupakan bahasa yang digunakan oleh orang yang berbahasa Yunani sejak zaman Alexander Agung sampai kira-kira tahun 500 AD. Kata “gereja” yang dalam bahasa Inggrisnya “church” diambil dari bahasa Yunani “EKKLESIA” yang berarti “dipanggil keluar.” Kata ekklesia merupakan gabungan dari kata depan “ek” yang berarti keluar (out) dan kata kerja “kaleo” (klesia) yang berarti dipanggil (called). Secara khusus kata ini digunakan untuk menggambarkan kelompok orang yang dipanggil keluar untuk tujuan yang khusus dan pasti.[1]

Dalam Perjanjian Baru, kita menemukan bahwa gereja itu adalah orang yang dipanggil keluar dari dunia (Kolose 1:13; 2 Korintus 6:17,18). Tujuan khusus dari gereja itu adalah untuk memuliakan Bapa yang di surga.

Dalam Alkitab kata “gereja” digunakan dalam tiga cara:

1. Secara Universal

Matius 16:18, ketika menjanjikan ini Yesus tidak secara lokal/khusus baik dalam tempat ataupun waktu. Dia berjanji untuk membangun gereja yang universal yang akan menjangkau semua bangsa, etnik, ras, kultur yang beraneka ragam, dan pada semua situasi.

2. Secara Lokal (Jemaat Lokal)

Yaitu suatu perkumpulan/kelompok orang yang bertemu dalam sebuah tempat/lokasi secara khusus. Dalam beberapa tulisan Paulus dalam Perjanjian Baru adalah merupakan surat kiriman kepada beberapa jemaat lokal. Contohnya antara lain: jemaat yang ada di Roma, Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, Tesalonika. Berea, Tiatira, dll.

3. Sebagai sebuah perhimpunan/perkumpulan

Dalam hal ini adalah perhimpunan dari individu-individu untuk suatu tujuan. Contohnya adalah 1 Korintus 11:18

Bisa disimpulkan bahwa istilah “Gereja” dipakai untuk menggambarkan gereja yang universal, lokal, perhimpunan peribadatan. [2]

Beberapa Pandangan Yang Salah Tentang Gereja

1. Gereja itu adalah Gedung/Bangunan.

Diterima atau tidak, pandangan ini sudah mengakar di hati banyak orang baik itu non Kristen, denominasi bahkan kalangan gereja Tuhan sendiri. Bila melihat definisi dari kata Ekklesia, jelas sekali kalau gereja itu tidak ditujukan kepada bangunan fisik. Gereja itu adalah bait Allah yaitu yang tidak dibuat dengan tangan manusia (1 Korintus 3:16, 17; Kisah Rasul 7:48). Gereja itu adalah rumah tetapi bukanlah bangunan. Gereja adalah rumah tempat Allah bertahta. Gereja itu adalah sebuah keluarga Allah yang dibangun atas landasan batu yang hidup yaitu Yesus Kristus. Jadi ketika berbicara tentang gereja, yang kita maksudkan adalah manusianya baik secara universal, lokal maupun individual. Pandangan yang menyebut bahwa gereja itu adalah bangunan sebuah pandangan yang salah dan keliru. Bangunan itu adalah tempat gereja berbakti atau bertemu. Orang sering bertanya “Dimana gerejamu?” Tidak akan ada jawabannya yang benar untuk pertanyaan ini, karena pertanyaan ini sendiri salah. Gereja itu adalah saya, Anda, mereka. Kita tidak pernah memiliki gereja, karena pemilik gereja itu adalah Kristus.

2. Gereja itu adalah denominasi.

Gereja itu adalah mereka yang dipanggil keluar oleh Injil (2 Tesalonika 2:14). Sebab itu gereja itu bukanlah denominasi. Denominasi itu sendiri berarti pembagian sekte secara keseluruhan. Denominasi adalah hasil dari kejatuhan dari iman. Sebenarnya kalau ditilik dari sudut pandang Alkitab hal ini sama saja dengan perpecahan. Paulus sebagai rasul Yesus pernah menyalahkan perpecahan atau divisi itu. Kristus itu adalah satu dan tidak pernah dibagi-bagi (1 Korintus 1:10). Tidak ada ayat dalam Perjanjian Baru yang membuktikan bahwa denominasi itu adalah Alkitabiah. Denominasi tercipta atas dasar pemikiran manusia dan dengan memakai nama manusia. Yesus tidak pernah merencanakan gerejaNya untuk terbagi menjadi denominasi.

3. Gereja adalah sebuah badan sosial yang bertujuan untuk menghibur orang.

Banyak kegiatan yang saat ini dilakukan beberapa jemaat lokal semata-mata untuk menghibur orang. Mereka akan menyediakan sarana-sarana sosial yang bisa dipakai untuk menghibur sekaligus mencari jiwa. Misalnya dengan menyediakan sarana olah-raga, rekreasi, musik dan lain-lain.

Gambaran Rohani Untuk Gereja

1. Gereja itu disebut Kerajaan (Kingdom).

Hal ini menunjukkan sifat pemerintahan dalam gereja itu.

Pemerintahan gereja itu bersifat monarkhi absolut maksudnya hanya ada satu raja yaitu Kristus (Matius 28:28). Suatu kerajaan adalah resmi bila ada raja, rakyat, hukum, terirory, hukuman bagi yang melanggar dan berkat bagi yang taat. Kekuasaan Yesus sebagai raja adalah absolut. Tidak ada raja yang memerintah sebelum atau sejak Dia memiliki kuasa itu. Kalau raja dunia memiliki kekuasaan di dunia, maka Kristus memiliki kekuasaan di dunia dan surga. Orang Kristen adalah warga kerajaan Kristus, sebab hanya orang selamatlah yang berhak menjadi warga kerajaan tersebut. Kekuasaan Kristus dalam kerajaanNya adalah kekal. Tidak ada yang menggantikanNya, sampai datang untuk menyerahkan kerajaan itu kapada Bapa (1 Korintus 15:21-26).

2. Gereja itu disebut keluarga Allah (God’s Family).

Hal ini tentunya berhubungan dengan hubungan satu sama lain dalam kerajan itu.

Kutipan bait lagu yang ditulis Lanny Wolfe demikian:

“Kita semua adalah bagian dari keluarga Allah,
yang telah dilahirkan kembali,
bagian dari keluarga yang kasihnya tiada berakhir
karena Yesus telah menyelamatkan dan menjadikan kita milikNya.
Sekarang kita adalah bagian dari keluarga,
yang sedang dalam perjalanan....” [3]

Untuk menjadi keluarga jasmani, kita dilahirkan dengan kelahiran alamiah, maka untuk menjadi keluarga rohani, kita dilahirkan dengan air dan Roh yaitu dengan baptisan yang seturut dengan Firman Allah (Yohanes 3:3). Kita dilahirkan dengan pemberitaan injil yang memperanakkan kita (2 Tesalonika 2:4). Gereja itu disebut keluarga Allah, menunjukkan hubungan yang tidak terpisahkan satu sama lain. Kita tidak merasa asing antara satu dengan yang lain. Dalam keluarga, kita merasa terbebas dari tekanan.

3. Gereja itu disebut Tubuh (Body).

Hal ini menekankan hubungan di antara anggota tubuh kita (Roma 12:4, 5; 1 Korintus 12:12).

Tubuh itu memiliki satu kepada dan Ia adalah Kristus. Rasul Paulus tujuh kali menuliskan kata satu tubuh dalam surat kirimannya. Satu fakta mendasar dari gereja sebagai tubuh adalah dimana tubuh itu hanya bisa digerakkan dan diarahkan oleh kepala. Kristus sebagai Kepala gereja adalah satu-satunya yang berhak untuk mengarahkan gereja tersebut. Dalam tubuh itu juga dibutuhkan kerja-sama sesama anggota agar semuanya bisa menjalankan fungsi masing-masing. Dan tentu tidak akan ada satupun diantara anggota bisa berfungsi tanpa kepala.

4. Gereja itu disebut rumah Allah (God’s Temple)

(1 Korintus 3:16). Hal ini mengindikasikan kesucian dari gereja. Allah yang Maha Suci bertahta dalam tempat yang suci. Gereja sebagai rumah Allah haruslah suci (Mazmur 119:11). Firman Allah akan menjaga dan memelihara kesucian rumah Allah. Dalam Perjanjian Lama, Allah telah menentukan imam-imam Lewi untuk melayani di rumahNya dan saat ini tentunya semua orang Kristen adalah imam yang berhak melayani Allah dalam rumah Allah.

5. Gereja itu disebut sebagai Tiang Penopang Kebenaran (Pillar and Ground of the Truth)

“Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran” (1 Timotius 3:15). Adalah tanggung jawab kita untuk memberitakan dan mempertahankan kebenaran, namun sangat disayangkan justru dari kalangan gereja itu sendirilah yang telah banyak menghancurkan kebenaran dengan mempraktekkan dan mengajarkan kepalsuan. Rasul Paulus sebelumnya sudah memperingatkan hal ini kepada penatua-penatua jemaat di Efesus, “Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu” (Kisah Rasul 20:2).

Sebutan Untuk Gereja

  1. Jemaat Kristus. “Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus” (Roma 16:16). Disebut gereja Kristus karena Dialah pemiliknya. Kristus telah menebus dan menyucikannya dengan darahNya sendiri.
  2. Jemaat Allah. Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita (1 Korintus 1:2). Ketaatan gereja itu terhadap Allah telah menjadikan mereka jemaat Allah.
  3. Jemaat Anak Sulung. “Dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna” (Ibrani 12:23). Hal ini merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan bagi gereja di dunia karena kita adalah buah sulung yang menunjukkan bahwa kita merupakan warga negara surgawi. Sebagaimana Yesus adalah yang Sulung dan yang lebih utama dari segala ciptaaan (bukan berarti bahwa Yesus adalah mahluk ciptaan) (Kolose 1:15).

Sebutan Untuk Anggota Gereja

1. Kristen.

“Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Kisah Rasul 11:26). Kata “Kristen” atau dalam bahasa Inggrisnya disebut “Christian” merupakan perpaduan dari dua kata yaitu “Christ (Kristus)” dan akhiran “ian” yang berarti milik atau pengikut. Jadi Kristen adalah orang yang menjadi milik Kristus atau orang yang hidupnya mengikuti pola kehidupan yang dijalankan Kristus. Kata Kristen (Kristianos, Yunani) ditemukan sebanyak tiga kali dalam Perjanjian Baru yaitu Kisah Rasul 11:26, di kota Antiokhia-lah nama Kristen itu pertama kali disebut. Kisah Rasul 26:28, Raja Agrippa dengan lantang berkata hampir saja engkau menjadikan aku orang Kristen. 1 Petrus 4:16, Petrus mengingatkan mereka bahwa Kristen adalah sebuah nama kemuliaan dan tidak perlu malu mengakuinya. Nama Kristen adalah sebuah nama kehormatan yang hanya diberikan Allah. Nama ini sebagai tanda bahwa kita telah dinikahkan secara rohani dengan Kristus. Ribuan tahun sebelumnya Tuhan Allah telah menjanjikan akan memberikan nama yang baru bagi umatNya, “Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri” (Yesaya 62:1, 2).

2. Orang-orang kudus.

“Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia” (1 Korintus 16:1) . Mereka disebut orang-orang kudus karena mereka telah disucikan darah yang Kudus yaitu darah Kristus. Orang kudus (saint) bukan berarti bahwa gereja itu secara individual sinless (tanpa berdosa sama sekali) tetapi menunjukkan sifat (nature) dari gereja itu sendiri.

3. Saudara-saudara seiman.

“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” ( Galatia 6:10) . Mereka adalah orang-orang yang memiliki iman dan doktrin yang satu. Saudara-saudara seiman adalah nama yang bermakna sejuk. Sebutan ini akan menghilangkan segala perbedaan yang mengundang perpecahan baik itu parsialisme, sukuisme, status sosial, favoritisme, dan hal-hal yang lain yang mengandung perpecahan. Sebutan saudara seiman akan mengikat gereja itu untuk tetap berada dalam jalur yang benar tanpa harus melihat kepada siapa, apa dan dari-mana gereja itu.

4. Murid-murid Kristus.

Semua orang Kristen adalah murid (disciple) yang berarti pengikut (follower) dari Kristus. Dalam hal ini bukan sekedar pengikut tetapi orang yang memiliki disiplin dalam mengikuti semua perintah Kristus. Murid sejati adalah seseorang yang mengikuti sang Guru. Paulus berkata, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1 Korintus 11:1). Paulus melakukan pola hidup seperti yang dilakukan Yesus Kristus baik dalam prilaku, perbuatan, perkataan dan pemberitaan jalan keselamatan.

Kesimpulan

Adanya konsep yang keliru tentang gereja adalah dikarenakan pengajaran-pengajaran yang salah dan kurangnya pengetahuan di antara anggota gereja itu sendiri. Sebab itu dibutuhkan pembelajaran yang benar dan murni. Gereja Kristus adalah sebuah rencana surgawi yang telah didirikan. Semangat yang besar dan keinginan yang tulus akan pelajaran Alkitab akan menuntun setiap orang untuk mengenal dan mengerti gereja yang Alkitabiah.

Catatan akhir

  1. ^ Northrop, Chuck, Biblically Speaking About the Church, 1997, Charles A. Northrop Jr., p.1.
  2. ^ Ibid., p. 2,3.
  3. ^ Wiegan, John P, Praise for the Lord, 2001, Seventeeth Printing, p. 855.