Kebenaran Bagi Dunia

Bagaimana Dengan Penggunaan Tembakau?

Penggunaan tembakau adalah penyebab kematian terbesar di dunia. Setiap tahun jutaan orang mati karena komplikasi kesehatan yang disebabkab oleh penggunaan tembakau. Setiap tahun penggunaan tembakau membunuh lebih banyak orang daripada alkohol, AIDS, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kecelakaan lalu-lintas, pembunuhan, bunuh diri, dan kebakaran.

Anda mungkin berpikir bahwa sesuatu yang menghancurkan seperti tembakau bagi masyarakat akan dilarang oleh pemerintah, tetapi kenyataannya, dimana-mana baik tembakau hisap maupun tidak dihisap tersedia dan penjualannya dilegalkan. Diyakini bahwa tembakau menjadi sumber yang menghasilkan uang. Anda juga mungkin berpikir bahwa sesuatu yang mematikan seperti tembakau akan dicegah agar tidak menjadi tulah.

Kita sering melihat ataupun mendengar iklan rokok yang digunakan untuk mengisi siaran televisi ataupun radio dengan kesan bahwa orang-orang yang mengisap rokok adalah orang yang sehat, bertenaga, dan hidup bahagia. Apakah ini benar? Tidak. Iklan rokok itu menyesatkan!

Dalam tulisan ini kita akan melihat penggunaan tembakau dari tiga sudut pandang: Ilmu pengetahuan/ kesehatan, Sosial, dan Alkitab.

Penggunaan Tembakau Dari Sudut Pandang Ilmu Pengetahuan/Kesehatan

Tembakau mengandung tar (sejumlah zat kimia yang menghasilkan zat tebal, kental yang terbentuk di dalam paru-paru ketika merokok) dan lebih dari 4.000 zat kimia. Beberapa zat kimia yang ada di dalam tembakau yang dihisap adalah ammonia (seperti terdapat dalam pipa saluran WC), karbon monoxida (seperti terdapat dalam knalpot kendaraan bermotor) dan cyanida (seperti yang terdapat dalam racun tikus). Ketika seorang merokok, dia secara langsung meracuni tubuhnya. Pernahkah Anda mengamati seorang anak kecil yang pertama kali menghisap sebatang rokok? Reaksi tubuhnya yang biasa terlihat adalah batuk, mual, bahkan muntah. Apakah sebenarnya yang ingin dikatakan tubuhnya kepadanya? “Zat yang masuk itu ditolak, jauhkan benda itu dari sini!”

Seorang yang merokok sedang mengurangi umur hidupnya. Fakta-fakta kedokteran dengan jelas membuktikan hal ini. Perhatikan beberapa akibat yang ditimbulkan oleh tembakau pada kesehatan tubuh seseorang.

Sekarang sebaiknya didokumentasikan bahwa menghisap rokok menyebabkan penyakit paru-paru kronis dan penyakit jantung, kanker paru-paru, esofagus, larynx, penyakit pada mulut, dan penyakit kandung kemih. Merokok juga bisa menyebabkan kanker pankreas, ginjal, dan juga leher rahim.

Tidak heran kalau rokok disebut sebagai “kemudi kanker.” Laki-laki perokok meningkatkan resiko kematian mereka karena kanker paru-paru 22 kali lebih tinggi dan resiko kematian karena penyakit bronchitis (radang cabang tenggorokan) dan emphysema (pembengkakan pembuluh darah paru-paru karena kemasukan udara) hampir 10 kali lebih tinggi. Para wanita perokok meningkatkan resiko kematian mereka karena kanker paru-paru hampir 12 kali lebih tinggi dan resiko kematian karena penyakit bronchitis dan emphysema di atas 10 kali. Merokok tiga kali lipat menyebabkan resiko kematian karena penyakit jantung di antara orang-orang yang hidup pada abad pertengahan.

Penggunaan tembakau oleh wanita hamil meningkatkan resiko mereka untuk keguguran, resiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, dan resiko sindrom kematian bayi yang baru lahir secara mendadak.

Bagaimana dengan penggunaan tembakau yang tidak dihisap? Apakah penggunaan tembakau kunyah atau “tembakau sedotan” sebuah alternatif (pilihan) yang aman untuk merokok? Bukti menunjukkan bahwa tembakau yang tidak dihisap juga menyebabkan bahaya besar bagi tubuh manusia. Di sini ada beberapa resiko kesehatan bagi para pengguna tembakau yang tidak dihisap: kecanduan nikotin, penurunan indra peraba dan pencium, penyakit jantung koroner, kejang jantung, serangan jantung, pembengkakan pembuluh darah (gondok nadi), darah tinggi, pembekuan darah, dan penyakit stroke (serangan otak yang biasanya disertai kelumpuhan). Dan dapat dikatakan bahwa penggunaan tembakau tanpa hisap meningkatkan resiko kanker mulut 50 kali lebih tinggi! Jelas bahwa seorang pengguna aktif tembakau tanpa hisap berpeluang 50 kali lebih tinggi untuk kena kanker mulut dari pada orang yang tidak menggunakannya. Jangan sahabat, tembakau tanpa hisap bukannya tidak berbahaya, atau tidak dengan potongan imajinasi apapun.

Marilah kita menghadapinya: penggunaan tembakau menghancurkan tubuh. Jadi, dari segi kesehatan, penggunaan tembakau tidak lulus uji.

Penggunaan Tembakau Dari Sudut Pandang Sosial

Kita juga dengan bebas mengakui bahwa tembakau memiliki beberapa kegunaan yang bermanfaat. Nikotin sulfa yang terkandung di dalamnya telah terbukti efektif sebagai insektisida (obat pembunuh serangga), juga sebagai racun untuk ikan hiu. Tembakau juga telah digunakan dalam menangkis bisa anjing. Jadi jika Anda ingin membunuh serangga dan ikan atau mengusir binatang, mungkin yang Anda butuhkan adalah nikotin atau tembakau.

Di sisi lain ada beberapa aspek sosial penggunaan tembakau yang tidak layak mendapat “acungan jempol.” Apakah yang Anda akan pikirkan jika saya terus-menerus meniupkan asap rokok ke muka seorang bayi? Tentu saja Anda akan terkejut dengan tindakan yang demikian. Tetapi apakah Anda menyadari bahwa sering orang yang tidak merokok menderita masalah kesehatan karena asap rokok yang datang dari orang lain? Itu benar. Kepulan asap rokok di dalam restoran yang ramai dapat menyebabkan hingga 5 kali polusi udara daripada asap kendaraan di jalan raya yang padat kendaraan.

Ratusan ribu perokok pasif yang mati setiap tahunnya karena kanker paru-paru, ditambah beberapa kasus infeksi paru-paru seperti bronchitis dan pneumonia yang diderita oleh jutaan bayi dan anak-anak.

Asap tembakau dapat membuat rambut dan pakaian berbau busuk. Tembakau dapat menodai gigi dan menyebabkan nafas bau. Penggunaan jangka pendek tembakau basah dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, timbulnya noda-noda putih, rasa sakit, dan berdarah dalam mulut. Pembedahan untuk mengeluarkan kanker mulut yang disebabkan oleh penggunaan tembakau dapat membawa kepada perubahan serius pada wajah. Sean Marcee, seorang bintang atlet SMA yang menggunakan tembakau basah, mati karena kanker mulut ketika dia berusia 19 tahun. Hal yang menyedihkan seperti ini perlu dipikirkan, dan kebenaran ini tetap hingga sekarang: penggunaan tembakau menimbulkan akibat negatif penampilan penggunanya dan juga bau busuk tubuh.

Orang-orang muda dan semua orang yang peduli dengan orang-orang muda perlu membaca dengan cermat pernyataan ini, “Para remaja yang merokok 3 kali lebih tinggi minum alkohol daripada orang yang tidak merokok, 8 kali lebih tinggi menggunakan mariyuana, dan 22 kali lebih tinggi menggunakan kokain. Itu bukan berarti bahwa setiap perokok akan menjadi seorang peminum minuman keras, seorang pengguna mariyuana, atau seorang yang pengguna kokain. Tetapi seorang yang merokok punya peluang besar untuk terlibat dalam salah satu kegiatan yang merusak ini. Sejarah menyatakan demikian.”

Dengan melihat hal yang telah dibicarakan di atas, maka jelaslah bahwa dari sudut pandang sosial membawa tembakau ke dalam tubuh seseorang tidak lulus uji.

Penggunaan Tembakau dari Sudut Pandang Alkitab

Kata “tembakau” tidak ada di dalam Alkitab. Itu berarti bahwa tidak ada ayat di dalam firman Allah yang mengatakan, “Jangan merokok (atau mengunyah).” Tetapi ada beberapa prinsip yang berlaku bagi penggunaan tembakau, dan jadi kita akan memusatkan perhatian kita pada hal ini. Jika Anda berkeinginan menikmati kekekalan di surga, maka tentulah ayat-ayat berikut akan menjadi sesuatu yang menarik bagi Anda.

Fakta 1 - Orang Kristen harus mempersembahkan tubuhnya sebagai persembahan yang hidup (bukan cerobong asap) kepada Allah (Roma 12:2).

Fakta 2 - Tubuh orang Kristen adalah bait Roh Kudus dan harus digunakan untuk memuliakan Allah (1 Korintus 6:19, 20). Haruskah tubuh dibinasakan dengan racun tembakau?

Fakta 3 - Orang Kristen harus menjadi pola (teladan) untuk pekerjaan baik dan membiarkan terangnya bercahaya (Titus 2:7; Matius 5:16).

Fakta 4- Orang Kristen harus menjadi seorang pelayan yang setia dalam segala hal yang diembankan Tuhan dalam tangannya, termasuk keuangannya (1 Korintus 4:2). Membeli tembakau hanya buang-buang uang saja.

Fakta 5 - Orang Kristen harus memikirkan hal-hal yang berkenan di hadapan Allah dan manusia (2 Korintus 8:21).

Fakta 6 - Orang Kristen jangan berada di bawah kuasa hal-hal yang membuat kecanduan (1 Korintus 2:12). Pernahkah Anda mendengar bahwa tembakau membuat orang kecanduan?

Fakta 7 - Anak-anak Allah haruslah bertindak bijaksana, bukan bertindak bodoh (Efesus 5:15). Seberapa bijaksanakah kalau merusak bait Roh Kudus?

Fakta 8 - Jika kita tidak “mempraktekkan apa yang kita beritakan”, maka ketika Anda menggunakan (menghisap/mengunyah) tembakau, orang-orang di sekeliling Anda, khususnya orang-orang muda akan berteriak, “Munafik!” (Roma 2:21). Kita terikat tugas untuk mengatakan dengan jelas kepada orang lain tentang akibat yang merusak dari penggunaan tembakau. Kita tidak akan efektif dalam pemberitaan kalau kita berbau tembakau atau mulut kita penuh dengan kepulan asap rokok.

Fakta 9 - Orang Kristen harus memperlakukan orang lain sebagaimana dia ingin diperlakukan, tidak menyakiti orang-orang di sekelilingnya (Matius 7:12; Roma 13:10). Bagaimana bisa menyakiti orang-orang di sekeliling kita dengan asap rokok kita?

Fakta 10 - Orang Kristen harus menyalibkan atau mematikan keinginan-keinginan dagingnya (Galatia 5:24). Itu berarti bahwa karena seorang mengikut Kristus, maka penggunaan tembakau haruslah menjadi sesuatu yang telah berlalu. Penggunaan tembakau yang merusak tubuh melanggar semua prinsip Alkitab di atas, dan kita yakin bahwa orang-orang yang mempelajari firman Allah dengan hati yang tulus akan menerima dan menerapkan kebenaran ini di dalam kehidupannya.

Jadi, bagaimana dengan penggunaan tembakau? Penggunaan tembakau tidak lulus uji, baik dari sudut pandang Ilmu Pengetahuan/Kesehatan, Sosial, maupun Alkitab. Himbauan kami sederhana: Jika Anda belum pernah menggunakan tembakau, jangan mulai. Jika Anda menggunakannya dulu tetapi telah berhenti, itu baik bagi Anda. Jika Anda masih pengguna aktif tembakau, maka kami menyarankan Anda untuk berhenti - demi kebaikan tubuh fisik Anda dan juga untuk keselamatan jiwa Anda.