Kebenaran Bagi Dunia

Bagaimana Mengenali Gereja Perjanjian Baru

Pembaca yang budiman, sebagai seorang pelajar Alkitab saya ingin membagikan judul tersebut di atas kepada Anda. Dengan mengenali Gereja Perjanjian Baru yang sesungguhnya akan menentukan dimana Anda akan berada dalam kekekalan.

Saat ini banyak sekali kebingungan disebabkan oleh banyaknya gereja-gereja yang masing-masing mengaku sebagai Gereja Tuhan. Bukan saja orang-orang mempunyai hak untuk mengetahui apakah gereja itu, tetapi adalah tanggung-jawab dari setiap orang untuk mengetahui itu. Siapakah yang bersedia untuk menjadi anggota dari organisasi apapun tanpa mengetahui sama sekali tentang organisasi itu?

Pertanyaannya sekarang adalah: “Bagaimanakah saya dapat mengenali Gereja Perjanjian Baru?

Para sahabat yang budiman, hanya dengan doa, dedikasi, kesungguhan dan penyelidikan yang akan menolong Anda untuk mengenali Gereja Perjanjian Baru itu. Tanda pengenal adalah sangat penting dalam setiap aspek kehidupan, apakah itu dalam dunia bisnis atau di kehidupan masyarakat. Para pengusaha memperkenalkan produk mereka dengan merek dagang. Ini dilakukan untuk menghindari duplikasi atau pemalsuan oleh orang-orang yang mencoba untuk memproduksi barang yang sejenis dengan kualitas yang buruk.

Di masyarakat atau di rumah tangga, kita dikenal melalui nama. Walaupun nama kita berbeda, masih ada lagi tanda-tanda yang lain yang akan menolong kita untuk mengenali individu yang kita cari.

Suatu contoh, dua orang mungkin mempunyai nama yang sama yaitu Tono. Untuk menghindari kebingungan, salah seorang atau kedua-duanya dikenali dengan nama tambahan, biasanya nama keluarga, maka ada Tono Suparto dan Tono Widodo.

Ciri-ciri atau tanda pengenal akan menolong posisi untuk mencari anak yang hilang. Di kantor polisi, orang tua diharapkan memberikan ciri-ciri kepada polisi dari anak yang hilang, seperti namanya, umur (tanggal lahir), tinggi badan, warna pakaian, serta ciri-ciri lain yang dapat menolong identifikasi dengan cepat. Jika polisi hanya tahu nama anak itu saja, mereka mungkin tidak dapat melacak anak itu karena banyak anak-anak yang memakai nama yang sama. Karena itu dalam tawaran kami untuk menolong Anda mengenali Gereja Alkitab yang benar, kami tidak saja memperhatikan namanya, melainkan hal-hal lainnya juga, supaya dapat menolong Anda untuk mengenali dengan mudah Gereja yang dibicarakan Alkitab. Dengan maksud inilah saya mengambil tugas ini untuk menolong Anda untuk mengetahui kebenaran tentang apa yang dikatakan Allah mengenai gerejaNya.

Ada sebuah cerita tentang tiga orang buta yang telah mendengar banyak tentang seekor gajah dan mereka ingin mengetahui ukurannya, lalu mereka pergi dengan tekad untuk mencari tahu ciri-ciri binatang tersebut.

Orang buta pertama mendekati gajah itu dan memegang ekornya dan berkata, “ah, gajah seperti tali”. Orang buta kedua memegang badan gajah itu dan berkata, “Gajah seperti sebuah bangunan”. Orang buta yang terakhir memegang telinga gajah itu dan berkata bahwa gajah seperti kesetan.

Ketiga orang buta ini pergi dengan pendapat yang berbeda tentang bagaimana gajah itu sesungguhnya. Kegagalan mereka adalah tidak mencoba mengenali semua ciri-ciri dari seekor gajah. Inilah yang terjadi di dunia kekristenan saat ini. Seharusnya dalam usaha kita untuk mengenali Gereja Kristus kita harus mencoba untuk menyelidiki semua pengajaran kitab suci yang akan menolong kita untuk mengenalinya.

Pasal 1: Seseorang Harus Melihat Waktu dan Tempat Permulaan Gereja

Allah melalui nabi-nabi berbicara tentang waktu dan tempat permulaan Gereja Perjanjian Baru. Dalam Yesaya 2:2-3 Allah berkata, “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.”

Dalam nubuatan ini ada tiga fakta yang dapat kita ambil: (1) Waktu dimulai; (2) Rumah Allah akan ditinggikan di atas segala bangsa dan bangsa-bangsa akan berduyun-duyun kesana; (3) Tempat permulaan Gereja.

Menurut Mikha, Yesaya dan Yesus, gereja itu akan dimulai di Yerusalem (Mikha 4:1, 2; Yesaya 2:2, 3; Lukas 24:47). Paulus juga berbicara, “Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.”

Mengenai waktu, kita tahu bahwa setiap organisasi mempunyai waktu permulaan. Nabi-nabi telah menubuatkan waktu permulaan gereja. Dalam Matius 3:1, 2 kita membaca bahwa pada zaman kaisar Romawi dan Herodes, datanglah Yohanes pembaptis. Dia memberitakan bahwa “Kerajaan surga sudah dekat.” Dalam Lukas 10:9, ketujuh-puluh murid Yesus dikirim untuk memberitakan bahwa “kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

Pernyataan “sudah dekat” adalah mengindikasikan bahwa kerajaan atau gereja akan didirikan bahkan pada masa kehidupan rasul-rasul. Markus 9:1 mengatakan bahwa beberapa (rasul-rasul) yang berdiri disini tidak adakan merasai mati sampai mereka melihat kerajaan Allah datang dengan kuasa. Pada hari Pentakosta dalam Kisah Rasul 2, kita membaca tentang datangnya kerajaan dengan kuasa. Kristus mengatakan kepada murid-muridNya dalam Kisah Rasul 1:8 untuk menunggu di Yerusalem sampai mereka menerima kuasa. Para pembaca yang budiman, ini menunjukkan bahwa Gereja Perjanjian Baru dimulai di Yerusalem dan waktunya adalah hari Pentakosta kira-kira tahun 33 Masehi.

Pasal 2: Seseorang Dapat Mengenali Gereja Dengan Melihat Pendirinya

Setiap organisasi mempunyai pendiri; partai politik, organisasi sosial kemasyarakatan, dan banyak sekte-sekte keagamaan. Apa yang ingin kita kenali sekarang adalah pendiri Gereja Perjanjian Baru.

Dalam Matius 16:15-18 Yesus sewaktu di Kaisaria Filipi bertanya kepada murid-muridNya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Jawaban-jawaban yang salah diberikan oleh mereka, tetapi Petrus membuat pengakuan yang paling terkenal, bahwa Yesus adalah Kristus Anak Allah yang hidup. Setelah kebenaran ini Yesus berkata, “Berbahagialah Engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di surga. Dan Akupun berkata kepadamu: “Engkau adalah Petrus (Petros - kata Yunani yang berarti batu), dan di atas batu karang ini (Petra - kata Yunani yang berarti batuan dasar, batu besar <lihat 1 Korintus 10:4>) Aku akan mendirikan jemaatKu” Saya ingin menekankan disini bahwa Gereja tidak dibangun di atas Petrus seperti yang dikira oleh banyak orang, tetapi di atas pengakuan Petrus bahwa “Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup.”

Pernyataan Yesus bahwa Dia akan mendirikan jemaatNya adalah dalam bentuk masa depan (future tense). Bukan Abraham, Nuh, Musa atau Yohanes Pembaptis yang mendirikan Gereja. Adalah Yesus yang mengatakan “Aku akan mendirikan jemaatKu.” Gereja adalah milik Kristus sebab; (a) Dia berjanji akan mendirikannya; (b) Dia menebusnya dengan darahNya (Kisah Rasul 20:28);

(c) Dia adalah dasar bagi gereja (1 Korintus 3:11). Sejak dari hari Pentakosta, kita membaca tentang Gereja sebagai sesuatu yang telah berdiri, dan orang-orang yang diselamatkan ditambahkan ke dalamnya (Kisah Rasul 2:47) dan penganiayaan menimpa gereja itu (Kisah Rasul 8:1).

Ilustrasi berikut ini memberi gambaran bahwa Yesus adalah pendiri atau pembangun gereja. Seandainya Anda membaca dalam sebuah majalah pada tahun 1970 bahwa Tuan Obeng akan mendirikan sebuah rumah, dan kemudian Anda membaca lagi pada majalah yang sama edisi berikutnya pada tahun 1970 bahwa ada orang yang tinggal di rumah Tuan Obeng, apakah Anda akan setuju bahwa itu berarti Tuan Obeng telah mendirikan rumahnya? Jawabannya pastilah “YA”, sebab jika rumahnya belum didirikan bagaimana orang-orang dapat tinggal di dalamnya?

Begitu juga dengan Gereja. Yesus berkata dalam Matius 16:18, “Aku akan mendirikan jemaatKu” dalam dalam Kisah Rasul 2:47, “Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan.” Jadi, gereja telah didirikan bukan oleh orang lain melainkan oleh Kristus sendiri. Dia tidak pernah mengatakan bahwa Dia akan mendirikan Gereja-gereja yang banyak, melainkan, “satu gereja.”

Pasal 3: Seseorang Dapat Mengenali Gereja Dengan Nama atau Sebutannya

Iblis telah menipu banyak orang dengan mempercayai bahwa nama itu tidak berarti. Jikalau ini benar mengapa Allah memerintahkan kepada Adam untuk menamai segala mahluk hidup? (Kejadian 2:19, 20). Allah mengubah nama Yakub menjadi Israel (Kejadian 35:10).

Berikut ini beberapa nama Alkitabiah agar Anda dapat mengenali Gereja Perjanjian Baru:

  1. Jemaat Allah (Kisah Rasul 20:28; 1 Korintus 1:2).
  2. Rumah Allah; Jemaat Allah yang hidup (1 Timotius 3:15).
  3. Jemaat (Kisah Rasul 11:22).
  4. Jemaat Kristus (Roma 16:16).

Gereja Perjanjian Baru tidak memakai nama atau nama-nama buatan manusia. Gereja apapun yang tidak memakai nama yang menunjukkan pendirinya bukanlah Gereja Perjanjian Baru.

Pasal 4: Seseorang Dapat Mengenali Gereja Perjanjian Baru Melalui Kebaktiannya

Di dalam Perjanjian Baru, orang Kristen bertemu pada hari pertama dalam minggu untuk menyembah Allah. Kebaktian terdiri dari 5 hal.

(1) Bernyanyi. Efesus 5:19; Kolose 3:16. Bernyanyi dengan suara tanpa diiringi dengan alat musik. Seseorang mungkin bertanya, bagaimana dengan Mazmur 150? Orang-orang Yahudi itu bukanlah orang Kristen. Mereka hidup di bawah zaman dan peraturan yang berbeda. Kita harus melakukan semua yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kita (Matius 28:19). Orang-orang Kristen awal bertekun dalam pengajaran rasul-rasul bukan pengajaran orang Yahudi (Kisah Rasul 2:42). Maka adalah salah bagi siapa saja untuk berbakti dengan memakai alat musik di dalam jemaat saat ini (2 Yohanes 9).

(2) Berdoa (Kisah Rasul 2:42). Orang Kristen harus berdoa terus menerus (1 Tesalonika 5:17). Kita harus berdoa menurut kehendakNya dan doa kita hendaklah pasti.

Mintakan apa yang betul-betul Anda butuhkan. Allah selalu menghargai doa yang benar dan berkat-berkatnya berkelimpahan. Kita juga harus menyadari bahwa doa yang sempurna adalah keluar dari keinginan yang kuat, tetapi dengan kerendahan hati yang tawakal, “Bukan kehendakku yang jadi, melainkan kehendakMulah.”

(3) Persembahan. (1 Korintus 16:1, 2; 2 Korintus 9:6-8. Ayat-ayat referensi di atas menunjukkan bahwa orang-orang Kristen diperintahkan untuk memberi persembahan sesuai dengan rencana. Mereka harus memberi setiap minggu (1 Korintus 16:1, 2) dengan kerelaan hati (2 Korintus 8:12), dengan suka-cita (2 Korintus 9:7), dan sesuai dengan apa yang diperoleh (1 Korintus 16:2).

Persembahan ini dilakukan mingguan. Berapa banyak Anda harus memberi tergantung dari berapa banyak pendapatan Anda. Di dalam Gereja Perjanjian Baru, kita tidak membaca tentang memberi iuran wajib tahunan, ataupun bulanan, bahkan di tengah-tengah kemiskinan yang dalam mereka mau memberi banyak untuk mendukung pekerjaan Tuhan (1 Korintus 8:1-5).

(4) Perjamuan Tuhan (Kisah Rasul 20:7; 1 Korintus 11:20-26; Matius 26:26-29). Dari membaca 1 Korintus 11:20-26, kitab suci menggaris-bawahi beberapa fakta: (a) Memberitakan kematian Tuhan bagi dosa-dosa dunia; (b) Memberitakan kedatanganNya yang kedua kali. Mengambil perjamuan Tuhan dipraktekkan oleh orang-orang Kristen awal pada tiap-tiap hari pertama dalam minggu. Alkitab mengatakan, “Sebab setiap kali kamu ....” dan adalah kebiasaan mereka untuk bertemu pada setiap hari Minggu atau hari pertama dalam minggu itu (Kisah Rasul 20:7). Manusia telah merubah praktek ini dan menggantikannya dengan pengajaran manusia, ini telah membawa kepada kebiasaan mengambil perjamuan Tuhan setiap tiga bulan, setahun sekali atau kapan saja. Ini semua salah. Jika Anda mencari Gereja Perjanjian Baru, tanya diri sendiri apakah Gereja itu mengadakan perjamuan Tuhan setiap minggu atau tidak. Praktek yang tidak menguntungkan yang kita lihat sekarang ini adalah fakta bahwa beberapa anggota gereja hanya diberi roti sedangkan anggur hanya diminum oleh yang memimpin perjamuan itu, mengapa? Jawaban yang diberikan adalah bahwa roti dan air anggur berubah menjadi tubuh yang sesungguhnya. Jika argumen itu diterima, lalu mengapa pemimpin perjamuan setelah makan roti seperti yang lainnya, tidak berhenti disitu, melainkan terus minum air anggur?

Pembaca budiman, saya mengasihi Anda dan ingin agar Anda mengenali Gereja yang benar supaya Anda dapat menjadi anggotanya dan diselamatkan. Saya tidak tertarik untuk menambah pengajaran palsu yang sudah ada di dalam dunia ini. Kita ingin merdeka dan hanya kebenaran yang dapat memerdekakan kita (Yohanes 8:32).

5. Khotbah atau pelajaran Alkitab. Ini juga bagian dari kebaktian orang Kristen. Pada saat inilah Allah berbicara kepada kita. Melalui belajarlah kita dapat membagi kebenaran dan memegangnya dengan benar. Adalah kebiasaan Paulus untuk berkhotbah kepada jemaat-jemaat (Kisah Rsul 20:7, 17-21). Gereja diperintahkan untuk memberitakan dan mengajarkan Injil (Markus 16:15; Matius 28:18, 19).

Pasal 5: Seseorang Dapat Mengenali Gereja Perjanjian Baru Melalui Syarat-syarat Keanggotaannya

Orang-orang yang menjadi anggota Gereja Tuhan tidak sekedar menuliskan nama mereka di atas kertas, tetapi mematuhi atau melakukan kehendak Tuhan seperti yang diperintahkan.

Kitab suci mengatakan bahwa bagi seseorang yang ingin menjadi anggota jemaat dia harus: (1) Mendengar firman (Roma 10:14, 17); (2) Percaya (Yohanes 8:24; Ibrani 11:6); (3) Bertobat dari dosa-dosa (Lukas 13:3); (4) Mengakui Kristus sebagai Anak Allah (Roma 10:10; Kisah Rasul 8:37) dan terakhir dibaptiskan untuk jalan keampunan dosa dan ditambahkan ke dalam jemaat (Markus 16:16; Kisah Rasul 2:38-47; Galatia 3:27). Baptisan ini bukan percikan atau penyiraman melainkan diselamkan (Roma 6:3-5; Kolose 2:12).

Pasal 6: Seseorang Dapat Mengenali Gereja Perjanjian Baru Melalui Organisasinya

Gereja Perjanjian Baru tidak diperintah oleh suatu dewan, sinode atau konferensi. Organisasinya sebagai berikut:

1. Kristus adalah kepala gereja. Tidak seorang manusiapun dapat mengaku sebagai kepala gereja.

2. Penatua-penatua diangkat untuk mengawasi masing-masing (tidak lebih dari satu) jemaat (Kisah Rasul 20:17, 28; 11:30). Alasannya adalah tiap-tiap gereja atau jemaat adalah otonom. Kita tidak menemukan bishop-bishop atau pejabat-pejabat gereja lainnya yang mengawasi lebih dari satu jemaat.

Paulus menasihati Timotius untuk tetap di Kreta untuk mengatur hal-hal yang diperlukan dan untuk menetapkan penatua-penatua di setiap kota (Titus 1:5-9). Penatua-penatua ini ditetapkan bukan karena pencapaian pendidikan, atau kekayaan mereka melainkan berdasarkan persyaratan-persyaratan (1 Timotius3:1-7). Perlu saya ingatkan juga bahwa sebutan-sebutan bishop, penatua, pastor, penilik, presbyter dan gembala ditujukan kepada orang atau jabatan yang sama.

3. Diakon adalah anggota-anggota khusus yang memenuhi persyaratan untuk melayani jemaat. Mereka dibawah penatua-penatua (Kisah Rasul 6:1-6; 1 Timotius 3:8-13).

4. Penginjil atau pengkhotbah adalah orang yang berkhotbah atau memberitakan Injil Yesus Kristus. Pengkhotbah tidak pernah disebut Pastor atau Reverend. Kata Reverend (disingkat Rev) dipakai hanya satu kali dalam kitab suci dan terdapat dalam Mazmur 111:9 (dalam bahasa Indonesia: namaNya kudus dan ditujukan kepada Allah). Maka salahlah orang yang memakai gelar Reverend (Rev). Tidak ada juga indikasi perbedaan seperti kaum pendeta dengan kaum awam.

5. Anggota-anggota jemaat atau tubuh Kristus yang adalah gereja (Kolose 1:18) terdiri dari orang-orang yang telah dipanggil keluar dari dunia dan dimasukkan ke dalam gereja melalui ketaatan. Setiap anggota menyumbang untuk kesatuan dan fungsi dari gereja untuk melaksanakan misi agung memenangkan jiwa-jiwa. Anggota-anggota ini disebut orang-orang Kristen atau murid-murid (Kisah Rasul 11:26).

Para pembaca yang tercinta, saya tahu bahwa saya telah mengambil banyak waktu Anda yang berharga itu untuk membaca buku kecil ini. Saya tahu mengapa saya lakukan ini. Saya ingin agar Anda dapat mengetahui Gereja Perjanjian Baru yang sebenarnya dan menolak gereja-gereja yang tidak sesuai dengan Perjanjian Baru. Adalah keinginan hati saya untuk menolong Anda kembali kepada Alkitab dan menjadi seorang Kristen Alkitabiah saja, tidak lebih tidak kurang. Saya percaya Anda akan bersungguh-sungguh menerima benih yang adalah firman Allah ke dalam hati Anda dan membiarkannya untuk bersemi yang akan menjadikan Anda orang Kristen saja (Kisah Rasul 2:41).

Terakhir, saya ingin agar Anda memperhatikan apa yang dikatakan Paulus dalam Kisah Rasul 20:20-30 bahwa dari antaramu sendiri akan muncul orang-orang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid-murid itu dari jalan yang benar supaya mengikut mereka.

Banyaknya gereja-gereja saat ini tidaklah mengherankan kita. Apa yang harus kita lakukan adalah mengenali Gereja Perjanjian Baru yang benar. Semoga Allah memberkati Anda sementara Anda selesai membaca buku kecil ini.

E-mail!