Kebenaran Bagi Dunia

Isteri

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata (Amsal 31:10). Kapan isteri menjadi lebih berharga dari permata? Bila dia bisa menunaikan tanggung-jawabnya sebagai isteri dengan baik. Tanggung-jawab utama yang harus diemban oleh seorang isteri sebagai ibu dalam keluarga. Di dalam Alkitab kita bisa menemukan beberapa wanita yang bisa dikategorikan sebagai isteri yang dibutuhkan. Mereka adalah Sara isteri Abraham yang menyebut suaminya sebagai tuan, Rahel, isteri yang sangat mencintai suaminya Yakub, Hana isteri dan sekaligus ibu yang sangat dekat dengan Tuhan, Maria isteri dan sekaligus ibu yang saleh.

I. Jadilah penolong suami

Kejadian 2:18. TUHAN Allah berfirman, "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Penolong (help meet) berarti menjadi pendukung yang cocok bagi sang suami. Menjadi penolong berarti menjadi seseorang yang menarik bagi suami. Seorang pria memiliki seorang gadis menjadi pendamping hidupnya pertama-tama adalah karena dia menarik! Bagi wanita yang merasa diri tidak menarik tidak perlu kuatir karena menarik bukan berarti memiliki wajah rupawan atau tubuh yang proporsional (cantik, tinggi, seksi, dll) belaka, tetapi seorang isteri akan menarik bagi suaminya bila:

Dia memiliki kecantikan rohani (Titus 2:5)

Dia haruslah seorang Kristen. Seorang non Kristen bisa saja menjadi isteri dari seorang suami Kristen namun dia akan menghadapi banyak kesulitan untuk menjadikan diri sebagai isteri yang saleh. Dan hal itu bisa akan membawa dua-dua nya masuk ke dalam jurang dan tidak bisa diangkat dari sana. Tetapi isteri yang Kristen akan menjadi sumber kekuatan sebuah keluarga. Bahkan Petrus pernah menyatakan hal ini dalam 1 Petrus 3:1, “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya.” Seorang isteri tidak akan bisa menjadi teladan rohani dalam keluarga bila kebiasaan, perkataan, prilaku dan praktek kehidupan sehari-harinya tidak bernilai Kristiani. Hiduplah bijaksana dan penuh kesucian, buatlah orang lain mengagumi suami Anda. Seorang wanita yang saleh adalah seorang yang mengetahui bagaimana berkata, bertindak dan berpakaian yang benar.

Bisa membawa diri ke dalam lingkungan suami

Artinya dia bisa mengerti dan memahami lingkungan kehidupan suami, “Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki” (1 Korintus 11:8, 9). Seorang isteri berusaha untuk mencocokan dirinya pada suami. Dalam hal ini berarti seorang isteri itu harus bisa mengerti pekerjaan, pendapatan, kebiasaan, tempat tinggal suami dan juga bisa menerima orang-orang di sekitar suami seperti mertua, ipar, sahabat dan lain-lain. Beradaptasi terhadap suami bukan berarti bahwa seorang isteri harus menjadi seperti suami dalam setiap aspek. Tetapi berikan kebebasan pada suami untuk menjadi diri sendiri.

Mengasihi suami setulus hati

“Dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang” (Titus 2:4-5). Kasih menuntut kesetiaan, kebaikan, kelemah-lembutan kepada suami baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Kasih akan mencegah isteri untuk selalu mengomel pada suami. Kasih yang murni akan membuat isteri untuk menjadi penolong sejati bagi suami dalam setiap problema yang dia hadapi. Dia akan selalu menjadi motivator bagi suami untuk membuat sebuah keputusan yang terbaik. Kasih yang benar akan membuatnya untuk selalu bangga dan bahagia akan suaminya. Hatinya akan disinari oleh setiap kesuksesan yang digapai suami dan dia akan menjadi sandaran yang teguh bagi suami saat kegagalan menerpa hidupnya.

Menghargai dan menghormati suami

Rasa menghargai sangat penting bagi umat manusia. Menghargai adalah harga mati dalam sebuah rumah tangga dan hal itu adalah sebuah perintah dalam perkawinan. Seorang laki-laki tidak seharusnya berpacaran dengan seorang wanita yang tidak menghargainya, demikian pula seorang laki-laki tidak seharusnya menikahi wanita yang tidak menghargainya. Dalam perkawinan penghargaan mutual itu sangat diperlukan. Seorang isteri harus menghormati suami sebagai laki-laki dan kepala keluarga serta sebagai ayah dari anak-anak. Menghormati suami. “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya” (Efesis 5:33). Isteri harus mengakui suami sebagai kepala dalam rumah tangga. Dia adalah pelindung keluarga. Biasakan suami menjadi raja yang akan selalu memperhatikan sekaligus mendapatkan pujian dari sang ratu.

Melayani suami lahir dan batin

Gagal salah satunya maka berarti si isteri gagal dalam menunaikan misinya. Seorang isteri adalah seorang yang semampunya dia memperhatikan makanan, pujian, memberikan dukungan moril dan spirituil kepada suami. Melayani suami lahir batin mencakup beberapa hal antara lain: (1) Makanan. Masaklah dan sediakan makanan yang dia suka. Jangan memaksanya untuk memakan makanan yang dia tidak sukai. Jangan biasakan menyediakan makanan siap saji tetapi masaklah untuknya. (2) Seks. Perhatikan hasratnya untuk memilikimu seutuhnya. Berdandanlah hanya untuk suami. Biasakan hidup bersih. Seks adalah salah satu kebutuhan dalam rumahtangga yang perlu disediakan, “Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak” (1 Korintus 7:2-5). (3). Mendampingi. Seseorang berkata, “saya lebih baik hidup dengan segudang masalah tetapi bersama isteri.” Isteri adalah sahabat terbaik dari suami. Isteri haruslah menjadi sahabat paling dekat bagi suami dari semua orang yang ada dalam dunia ini. Suami harus lebih dekat di hati dari-pada orang-tua, anak, sanak saudara, sahabat, dan pekerjaan. (4). Pujian. Nyanyikanlah untuknya sebuah lagu pujian. Katakanlah dalam lirik lagu itu sesuatu yang memuji dirinya dan lakukanlah itu setiap hari. Pujian dan kekaguman pada suami adalah salah satu hal yang paling banyak dilupakan para isteri. Pujian dan kekaguman isteri pada suami adalah bagaikan garam pada sayur, angin pada ban, dimana tanpa hal itu sayur akan terasa hambar dan mobil tidak akan bisa dijalankan.

II. Tunduklah pada suami (Efesus 8:22-24)

Kepatuhan isteri kepada suami sudah diperintahkan kepada Hawa. “Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu” (Kejadian 3:16). Kemudian perintah ini terus berlanjut sampai pada zaman patriakh dan Musa dimana isteri mempraktekkan hal ini pada suami mereka, “Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman” (1 Petrus 3:5-6). Sebagaimana yang dikatakan oleh Paulus juga dalam Perjanjian Baru bahwa isteri yang melanggar ajaran itu telah menunjukkan perbuatan tidak hormat baik bagi suami dan juga pada Tuhan. Tunduk kepada suami berarti memberikan hak pada suami untuk melakukan kuasa dan otoritas sebagai suami. Bila sebuah keputusan harus ditetapkan maka isteri harus berdiri dan berserah pada suami. Bisa saja ada perbedaan dan hal itu tidak perlu di ekspresikan dengan teriakan, kutukan atau hujatan melainkan dia harus bisa beradaptasi dengan keadaan.

Contoh: Bila suami melarang anak-anaknya bermain di rumah tetangga maka isteri yang tunduk akan mengiyakan hal tersebut, dia tidak membiasakan anak-anaknya bermain di rumah tetangga dan menyuruh mereka pulang sebelum suami sampai di rumah. Seorang isteri yang tunduk adalah seorang yang dengan sukarela mengemban harapan, permintaan dan keputusan suami. Mengapa isteri harus tunduk pada suami? Jawabannya adalah karena Allah memerintahkannya. Mengapa Allah memerintahkannya? Karena dengan cara itulah maka keharmonisan dan keluarga bisa terpelihara. Dalam urusan apapun dalam dunia ini, tidak satupun yang akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya keinginan untuk tunduk pada hukum yang telah dibuat. Demikian pula dalam sebuah keluarga. Keluarga adalah urusan terpenting dalam dunia.

III. Jadilah ibu rumah tangga

Isteri Selamanya

Bila aku bisa hidup lebih lama lagi
aku akan selalu memikirkan dia
mengingat senyum dan air-matanya
dan bagaimana kami saling mencintai
Hari-hari tidak bisa menghalangi visi kami
karena dia adalah hartaku yang paling kusayang
yang akan selalu menjadi perhatianku
Iman Kristen yang dia sinarkan
akan selalu menjadi inspirasiku
hikmat yang terungkap
akan membuatku selalu berapresiasi
Bila aku hidup lebih lama lagi
apa yang akan engkau pikirkan hai teman dan sahabatku
aku akan mengingat kembali mimpiku
dan teringat kembali bagaimana dia dan aku ada

“Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang” (Titus 2:3-5). Isteri yang baik haruslah bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Kesuksesan dari seorang isteri sebagai ibu dilihat dari karyanya dalam menciptakan rumah tangga yang baik dan ideal. Seorang isteri harus menjadi seorang ibu yang bisa menciptakan atmosfir kegiatan rohani, kesucian dan kedamaian dalam rumah tangga. Dia harus bisa menciptakan suasana surgawi dalam keluarga. Isteri adalah ratu dalam keluarga yang bertugas untuk mengatur tatanan rumah tangga. Dia bisa membuat rumah bersih, nyaman tetapi dia bisa membuat keadaan rumah tangga kotor, kacau dan tidak tenteram. Dia bisa membuat suami dan anak-anak untuk selalu rindu pulang dan dia bisa membuat mereka tidak betah di rumah. Seorang isteri harus selalu berusaha untuk membuat rumah menarik dan indah. Menjadi ibu rumah tangga adalah fungsi penting. Ibu rumah tangga berarti seseorang yang menjaga dan memelihara rumah tangga, dia adalah seorang manager rumah tangga. Tuhan telah merancang rumah tangga untuk dibimbing dan dipelihara oleh seorang wanita, “Karena itu aku mau supaya janda-janda yang muda kawin lagi, beroleh anak, memimpin rumah tangganya dan jangan memberi alasan kepada lawan untuk memburuk-burukkan nama kita” (1 Timotius 5:14). Tuhan telah memberikan tugas spesial kepada wanita untuk menjadi manager, direktur dan organisir yang baik dalam keluarga. Dia dapat dan akan melakukan tugas yang lebih superior (tinggi) dalam memelihara harta benda keluarga. Bila suami bekerja untuk mencari uang dan memberi nafkah keluarga maka isteri bertugas untuk mengatur segala sesuatunya agar berjalan baik dan sesuai dengan fungsinya. Di saat suami bekerja maka dia akan memperhatikan dan mengurus anak-anak dan memastikan jikalau mereka berada dalam keadaan yang baik. Mengawasi mereka dan menjalankan disiplin pada mereka sama seperti ketika suami ada di rumah.

Pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab seorang isteri dan ibu

Tulislah beberapa ayat Alkitab yang menekankan bahwa isteri harus tunduk pada suami!

Mengapa sangat penting bagi seorang isteri untuk menghormati suaminya?

Apa artinya menjadi isteri yang baik?

Diskusikan, bagaimana seorang isteri itu dikatakan menarik?

Apa sajakah tangung jawab seorang isteri pada suami?

Sebutkan isteri-isteri dalam Alkitab yang menunjukkan kasih kepada suaminya.

Apakah yang bisa diberikan kasih yang benar bagi suami?

Apakah yang dimaksud dengan 1 Petrus 3:1-4?

Mengapa isteri adalah seorang penjaga rumah tangga?