Kebenaran Bagi Dunia

Kebaktian Yang Benar

Pendahuluan

Jantung adalah pusat kehidupan semua manusia. Bila jantung berhenti bergerak maka kehidupan itu tidak akan berjalan normal dan akhirnya mati. Kebaktian adalah jantung kehidupan orang Kristen. Bila kebaktian itu tidak berjalan sesuai prosedur maka kehidupan kekristenan itu sudah tidak lagi normal dan akhirnya bisa mati. Kebaktian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Kristen. Walau demikian masih ada orang Kristen yang tidak mengerti akan arti penting dari sebuah kebaktian. Ketika sedang melakukan kebaktian pada hari Minggu ditemukan ada anggota jemaat yang tertidur pulas di bangku paling belakang, ada yang berisik, anak-anak yang berlari kesana- kemari, ada yang sedang menikmati secangkir kopi pahit, ada yang sedang mengirim SMS kepada sahabatnya. Banyak orang yang menganggap bahwa kebaktian itu tidak berbeda dengan aktivitas biasa lainnya. Mereka tidak serius melakukannya. Bagi mereka yang penting adalah kehadiran. Ketika pengkhotbah sedang membawakan pelajaran di mimbar ada seorang anggota jemaat yang kelihatannya serius tetapi sebenarnya dia sedang memikirkan siapa yang akan menjadi juara liga Champion Eropa. Ada orang yang tidak menyerahkan hati sepenuhnya dalam kebaktian. Seorang anak kecil sedang memperhatikan ayahnya mempersiapkan sebuah khotbah yang akan dibawakan pada Minggu pagi. Si kecil Tigor memeluk ayahnya dan berkata, “Pa, ayo kejar-kejaran sama Tigor!”. Si ayah berhenti sejenak dan mengajak anaknya bermain. Si ayah tidak sedang kebaktian ketika dia mempersiapkan khotbah. Dalam perjalanan pulang dari gedung gereja seorang anggota jemaat di sapa teman sekelasnya,”Kamu dari mana Yo?” Dari kebaktian!. Ada saatnya dimana seseorang melakukan kebaktian dan ada saatnya dimana seseorang itu sedang tidak melakukan kebaktian.

Kebaktian artinya Menghormati Allah

Kebaktian” worship” berarti memberikan respek dan hormat terhadap seseorang yang berlayak untuk menerimanya. Menurut kamus Webster kebaktian berarti rasa takut atau devosi kepada Ilahi. Manusia pada umumnya ingin menyembah sang pencipta. Manusia adalah satu-satunya mahluk ciptaan yang memiliki kapasitas untuk melakukan kebaktian. Binatang dan pepohonan tidak bisa melakukan kebaktian kepada Allah. Mazmur 42:1-3. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah.Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Manusia berbakti kepada Allah karena kebesaran namaNya. Tuhan yang adalah sumber dari segala-galanya layak untuk di sembah dan di hormati. Dalam kebaktian kita harus menunjukkan sikap yang benar dan sopan. Allah adalah audiens dalam kebaktian dan semua orang Kristen adalah partisipan. Sembahlah Allah dengan penuh rasa hormat. Kebaktian berarti kita sedang menghadap Seorang yang sangat berarti dalam kehidupan. Dia adalah Seorang yang maha dahsyat kuasaNya dan kita tidak bisa main-main terhadap Dia. Allah layak untuk di beri hormat karena segala kehormatan berasal daripadaNya. Tidak serius dalam kebaktian berarti tidak menghormati Allah. Tidak menghormati Allah berarti memperolok-olokkan Allah. Orang yang memperolok-olokkan Allah akan menerima bagiannya pada pengadilan akhir. Galatia 6:7.

Kebaktian artinya Sikap Hati

Kebaktian adalah komuni antara roh manusia dengan Roh Ilahi, maka hal itu tidak bersifat fisik. Kebaktian itu menyangkut emosi dan pikiran hati. Memang tindakan fisik ikut andil dalam kebaktian namun itu hanya sebatas pelengkap. Kebaktian itu menuntut sikap dari dalam diri manusia. Ketika sedang berbakti sebagian orang menyembah Allah dengan menundukkan kepala atau dengan tangan menengadah, bernyanyi dan berdoa dengan bibir, menggunakan tangan untuk mengambil perjamuan dan memberi persembahan. Namun semua ini hanya alat bagian luar dan fisik. Kita berbakti dengan hati, emosi dan mental yang adalah pusat dari apa yang kita lakukan. Kita harus mempersiapkan hati sebelum melakukan kebaktian. Tuhan tidak berkenan dengan seseorang yang memujinya dengan suara yang merdu, namun hati mereka adalah memikirkan uang, kekayaan, pekerjaan, kekasih mereka dan lain-lain. Manusia menyembah Allah dengan mulut tetapi Tuhan mengetahui sampai ke hati yang paling dalam manusia tersebut. Ketika kita berbakti aksi fisik kita bukanlah yang terpenting. Hati kita berpusat ke siapa? Inilah yang utama.

Kebaktian Berarti Sikap Tubuh kita

Walau kebaktian itu menuntut bagian internal manusia itu namun selalu di sertai bagian fisik manusia. Hal ini berarti kita harus bersemangat dalam melakukan kebaktian. Kita harus mempersiapkan tubuh agar fit dalam memuliakan Allah. Biasanya seseorang akan mencoba untuk mengekspresikan apa yang dia rasakan dengan bahasa tubuh seperti mimik wajah, tatapan mata, warna muka dan lain-lain. Dalam Perjanjian Lama cara seperti ini sangat dominan dilakukan para penyembah yang benar seperti Abraham, Daud dan lain-lain. Mereka menyembah dengan bersujud ke tanah. Kejadian 22:5. Dalam zaman Yunani dan juga Persia mereka juga menunjukkan bagian dari kebaktian dengan bersujud ke tanah, mencium. Namun dalam kekristenan kita sudah diberikan contoh untuk melakukan kebaktian yaitu dalam Roh dan Kebenaran. Yohans 4:24.

Kebaktian Bukanlah Segala Sesuatu yang Kita Lakukan

Sebuah doktrin palsu yang pernah menggemparkan kalangan gereja Tuhan adalah munculnya ajaran yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan orang Kristen adalah kebaktian (worship). Ketika kita makan, minum, bekerja, belajar, atau mungkin memancing, berenang, olahraga dan tindakan-tindakan bersifat fisik lainnya adalah kebaktian. Banyak orang yang menyalah-artikan ayat kitab suci dan berusaha mengajarkanya kepada orang lain yang nantinya akan menciptakan kepalsuan. 1 Korintus 10:31 Segala sesuatu yang kita lakukan harusnya untuk memuliakan Allah. Hal ini mutlak benar. Dan demikian inilah yang harus kita lakukan. Namun bukan berarti segala sesuatu yang kita lakukan adalah kebaktian. Kita harus menjadi orang Kristen duapuluh empat jam sehari namun kita tidak melakukan kebaktian duapuluh empat jam sehari. Ibrani 10:2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya Kata ibadah disini berarti melayani baik kepada Allah maupun mnausia. Dalam Roma 12 :1 menunjukkan agar kita selalu mempersembahkan tubuh sebagai korban yang hidup. Pengorbanan ini adalah pelayanan seumur hidup tetapi bukan kebaktian.

Kebaktian Tidak Dilakukan Terus Menerus

Hampir sama dengan bagian sebelumnya bahwa kebaktian itu tidak berlangsung terus menerus artinya ada waktu untuk kebaktian ada waktu untuk tidak melakukan kebaktian. Kejadian 22:1-5 menyebutkan bahwa Abraham naik ke bukit untuk beribadah dan setelah melakukan penyembahan dia kembali ke kemahnya yang ada di kaki bukit itu. Ketika anak hasil perzinahan antara Daud dengan Batsyeba itu sakit, selama tujuh hari Daud duduk diatas tanah, berpuasa dan berdoa demi kehidupan bayi itu namun ketika Daud mengetahui bahwa bayi itu telah meninggal dia bangkit, membasuh diri, berganti pakaian dan datang kerumah Tuhan dan melakukan kebaktian disana. 2 Samuel 12:15-20. Membasuh diri, mengganti pakaian, makan, minum adalah aksi yang dilakukan sebelum dia melakukan kebaktian kepada Allah. Sida-sida dari Etiopia itu datang dari negeri yang jauh ke Yerusalem untuk beribadat, dia melakukan perjalanan sebelum beribadat dan setelah beribadat dia kembali melakukan perjalanan pulang ke negerinya. Di sini kita melihat ada aksi sebelum dan sesudah kebaktian. Berarti kebaktian itu bukanlah sesuatu yang berlangsung terus menerus.

Kebaktian Tidak Sama Dengan Service (Pelayanan)

Kebaktian adalah pelayanan kepada Allah. Tetapi tidak semua pelayanan adalah kebaktian. Mempersiapkan roti dan air anggur, membagikan buku nyanyian, melakukan penginjilan pribadi, mengunjungi janda-janda dan yatim piatu, membagi traktat adalah pelayanan namun bukan kebaktian.

Beberapa perbandingan antara kebaktian dan pelayanan:

Kebaktian: Pelayanan:
a. Kepada Allah a. Kepada umat manusia
b. Dari hati b. Aksi
c. Internal c. Eksternal
d. Vertikal
d. Horizontal
e. Ada elemen-elemen tertentu (lima) e. Banyak perbuatan yang bisa dilakukan

Kesimpulan

Melakukan kebaktian berarti kita menghadap Sang Maha Besar yang menciptakan manusia dan menyediakan jalan keselamatan bagi manusia. Datanglah kepadaNya dengan segala hormat dan kemuliaan karena Dia adalah suci dan benar. Dia Sang Maha Raja yang kekal selama-lamanya.