Kebenaran Bagi Dunia

Roh Kudus dan Kelahiran Baru

Untuk menjadi warga-negara kerajaan Allah atau anggota jemaat, seseorang harus dilahirkan kembali secara rohani oleh Roh Kudus. Dalam percakapannya dengan Nikodemus, Yesus menekankan pentingnya seseorang itu dilahirkan kembali untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yohanes 3:5).

Semua mengakui bahwa suatu pengaruh digunakan oleh Roh Kudus dalam kelahiran baru; tetapi pertanyaannya adalah, bagaimanakah pengaruh ini digunakan? Apakah langsung atau tidak langsung? Masalahnya adalah bukan pada apa yang dapat dilakukan Roh Kudus, tetapi apa yang Dia lakukan menurut pengajaran kitab suci.
Sebagian orang mengajarkan bahwa dalam kelahiran baru, Roh Kudus bertindak sebagai tambahan kepada dan berbeda dari Firman Allah.

Dalam pelajaran ini akan ditunjukkan bahwa kitab suci dengan jelas mengajarkan bahwa Roh Kudus selalu bekerja pada hati orang berdosa melalui firman dan hanya melalui firman. Alkitab tidak mengajarkan suatu operasi langsung dan misterius dari Roh Kudus dalam kelahiran baru.

I. Roh dan Alatnya

Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah pribadi Ilahi dan bukan suatu pengaruh mistis. Dia adalah pribadi dalam ke-Allahan. Dia satu dengan Bapa dan Putra; Dia seorang pribadi, cerdas dan Ilahi. Hal-hal yang dikatakan tentang Dia hanya dapat dikatakan kepada suatu pribadi (lihat Kisah Rasul 17:29; Yohanes 14:16; 16:7-14; 4:24; Roma 8:26, 27; Efesus 4:30; 1 Timotius 4:1; Kisah Rasul 20:23; 21:11).

Yesus mengatakan tentang Roh Kudus, “Kalau Ia datang akan menginsafkan dunia akan dosa...” (Yohanes 14:8 - T.B.), tetapi bagaimanakah Roh menginsafkan dunia akan dosa?” “...Oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20, lihat juga Roma 7:7). Roh Kudus sebagai seorang pribadi menggunakan hukum Taurat sebagai sebuah alat untuk menginsafkan dunia akan dosa. Alat yang digunakan oleh Roh Kudus untuk mencapai misinya adalah firman Allah. Tidak ada cara lain untuk menginsafkan dunia akan dosa.

Seseorang harus menaruh dalam pikirannya tentang perbedaan antara Roh dan Firman Roh; Roh adalah pribadi; Firman adalah instrumen (alat). Orang-orang tidak dilahirkan baru oleh Firman saja ataupun oleh Roh saja, tetapi oleh Roh yang bertindak melalui Firman. Firman Allah adalah alat yang digunakan oleh Roh Kudus dalam hubungannya dengan hati manusia.

Perhatikan contoh berikut ini: “Tuan Doe menebang pohon dengan sebuah kapak.” Doe menebang pohon, kapak menebang pohon. Doe adalah orang yang menggunakan kekuatannya secara tidak langsung melalui sebuah alat untuk menebang pohon. Sekarang aplikasikan ini kepada kitab suci. Firman adalah pedang Roh (Efesus 6:17). Dalam kelahiran baru, Roh menembus hati, tetapi apakah Roh, pribadi, menembus tanpa pedangnya? Tidak. Pertobatan orang-orang pada hari Pentakosta adalah contoh yang baik dalam hal ini (Kisah Rasul 2). Pada hari itu hati mereka pedih, orang-orang diyakinkan dan 3.000 orang berbalik kepada Tuhan. Sekarang, Injil adalah kuasa yang melahir-barukan orang-orang tersebut. Roh mempengaruhi mereka melalui firmanNya. Roh Kudus yang melakukan pekerjaanNya, tetapi tidak dengan secara langsung. Dia memakai pedangNya, itu adalah firman Allah yang diberitakan oleh Roh melalui rasul Petrus yang menembus hati orang-orang itu. Alkitab mengatakan, Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (Kisah Rasul 2:37).

Lukas penulis Kisah Rasul tidak mengatakan “ketika mereka merasakan ini ....” melainkan “ketika mereka mendengarkan hal itu ....” melalui ilham Roh Kudus, Petrus mengkhotbahkan Kristus Anak Allah. Roh melalui kata-kata Petrus, menjadikan orang-orang percaya - meyakinkan mereka bahwa mereka telah menangkap Kristus dan membunuhNya, dan memastikan kepada mereka bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian. Dalam khotbahnya, Petrus menggunakan pedang roh, firman Allah (lihat Kisah Rasul 7:54).

Baptisan Roh (Kisah Rasul 2:1-4) datang bukan kepada orang-orang berdosa melainkan kepada rasul-rasul dan tujuannya adalah untuk menuntun mereka kepada segala kebenaran. Petrus tidak menyatakan kepada para pendengarnya bahwa mereka memerlukan baptisan Roh Kudus ataupun mereka harus pasif kepada kehendak Allah. Sebaliknya, setelah mereka percaya kepada Kristus, dia mengatakan kepada mereka untuk “bertobat dan dibaptiskan untuk jalan keampunan dosa” (Kisah Rasul 2:36-38). Semua orang yang menuruti perintah Roh - diselamatkan dan ditambahkan ke dalam jemaat (Kisah Rasul 2:41, 47) maka berdasarkan contoh ini dapatlah dilihat secara jelas bagaimana Roh Kudus beroperasi atas orang-orang berdosa dalam kelahiran baru (pertobatan). Roh Kudus tidaklah melangkahi kemampuan berpikir manusia biasa dalam kelahiran baru.

Malahan Dia bekerja melalui kemampuan berpikir ini, kecerdasan dan emosi, untuk meyakinkan manusia akan dosa dan membawa mereka kepada kepatuhan. Seseorang mempelajari bagaimana Roh bekerja dalam kelahiran baru atau regenerasi melalui belajar dari contoh-contoh kelahiran baru di dalam kitab Kisah Rasul (Kisah Rasul 8:35-39; 16:25-34).

Seseorang mungkin bertanya, apakah tiga ribu orang ini dilahirkan dari air dan Roh? Semua setuju bahwa mereka telah dilahirkan dari air dan roh. Tetapi bagaimana? Peristiwa Pentakosta dapat diringkaskan sebagai berikut: (1) Roh turun ke atas rasul-rasul, menggenapi janji yang dibuat dalam Yohanes 16:7-15; (2) Rasul-rasul, penuh dengan Roh Kudus, memberitakan Injil kepada orang-orang dan melalui Injil Roh meyakinkan orang banyak akan dosa, kebenaran dan penghakiman; (3) Khotbah itu bekerja dalam pikiran pendengarnya, merubah keyakinan dan perasaan mereka, dan membawa mereka kepada iman dalam Yesus sebagai Tuhan dan Kristus; (4) Lalu mereka diajar untuk bertobat dan berbaptis dalam nama Yesus Kristus untuk keampunan dosa; (5) Seberapa banyak yang dihidupkan oleh Roh Kudus melalui kata-kata rasul-rasul telah dibaptiskan (lahir dari air dan Roh) - mereka diterima ke dalam kerajaan Allah.

Berarti; (1) Roh Kudus adalah agen; (2) Injil adalah instrumen (alat) yang digunakan oleh Roh; (3) Injil diberitakan oleh manusia; (4) Firman Allah diterima oleh orang berdosa. Ke-empat fakta ini selalu ditekankan bekerja bersama di dalam pekerjaan regenerasi, tidak seorangpun dilahirkan kembali di dalam ketidak-percayaan. Tidak ada contoh dalam Alkitab seorangpun yang lahir baru sampai dia sendiri dengan rendah hati menyerahkan diri kepada kehendak Allah. Ketika seseorang mendengar, percaya dan menuruti Injil (pedang yang diberikan oleh Roh) mereka dilahirkan dari atas - lahir kembali oleh Roh Kudus. Maka, ketika seseorang yang percaya bertobat, diselamkan ke dalam air menuruti perintah rasul-rasul, mereka bertindak di bawah pimpinan, bimbingan dan pengaruh Roh Kudus.

A. Roh dan Firman dalam kelahiran baru

Injil adalah alat yang selalu dipakai oleh Roh dalam pekerjaanNya melahir-barukan orang.
1. Kehidupan dari jenis apapun harus dimulai dari kelahiran. Yesus menyatakan bahwa seseorang harus dilahirkan kembali sebelum dia dapat melihat kerajaan Allah. Tetapi agar supaya orang itu dilahirkan kembali, dia harus dilahirkan. Sekarang, bagaimana seseorang itu dilahirkan? Alkitab mengatakan melalui Firman Allah. “Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran .... (Yakobus 1:18). (Kata menjadikan bahasa Inggrisnya adalah begat artinya melahirkan - editor). “.... karena di dalam Kristus Yesus aku ini telah memperanakkan kamu dengan Injil itu” (1 Korintus 4:15 - T.L.).

Petrus mengatakan bahwa semua orang Kristen telah dilahirkan kembali oleh Firman. “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal” (1 Petrus 1:23). Apakah seseorang itu dilahirkan kembali oleh Roh? Ya, tetapi hanya sebagaimana Roh Kudus bekerja melalui kitab suci. Dia tidak menobatkan seseorang dengan operasi langsung di luar kitab suci. Kelahiran baru dipengaruhi oleh kebenaran, yaitu dengan cara mendengar dan menuruti pesan yang diilhami yaitu Injil Kristus. Ketika sebuah tindakan dikatakan dilakukan oleh seseorang melalui alat tertentu, itu jelas dimengerti bahwa orang itu melakukan tindakan tetapi menggunakan alat sebagai sebuah cara.

2. Seseorang harus dihidupkan. Tetapi bagaimanakah orang berdosa dihidupkan? Dia dihidupkan oleh Roh Kudus melalui Firman Allah. “Bahwa inilah penghiburan bagiku dalam hal kesukaranku, bahwa firman-Mu adalah menghidupkan daku” (Mazmur 119:50 - T.L.). “Maka selama-lamanya tiada aku akan melupakan hukum-hukum-Mu, karena olehnya juga Engkau telah menghidupkan daku” (Mazmur 119:93 - T.L.). “Selanjutnya, kamulah (yang Allah hidupkan) walaupun kamu telah mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu” (Efesus 2:1 - Terjemahan Dunia Baru).

Alkitab mengatakan bahwa Roh memberikan kehidupan (2 Korintus 3:6). Tetapi bagaimanakah Roh memberi hidup? Yesus berkata mengenai pengajaranNya. “Roh-lah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang kukatakan kepadamu adalah Roh dan hidup” (Yohanes 6:63- T.B. 2). Jadi Roh memberi hidup melalui Injil Kristus.

3. Seseorang harus berbalik, tetapi bagaimanakah kelahiran baru itu muncul? Seseorang itu dilahirkan oleh hukum yang sempurna (firman Allah). “Firman Allah itu sempurna dan menyegarkan jiwa” (Mazmur 119:8) (Dalam bahasa Inggris kata “menyegarkan” adalah “converted” yang artinya “mentobatkan”

4. Seseorang harus diselamatkan. Tetapi bagaimanakah keselamatan itu didapat? Seseorang itu diselamatkan oleh Tuhan melalui penyerahan diri kepada firmanNya.

“Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu” (Yakobus 1:21).

“Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu” (Kisah Rasul 11:14).

5. Seseorang harus diterangi. Tetapi bagaimana penerangan itu datang?

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). “Apabila nyatalah firman-Mu, maka orang beroleh terang, dan orang bodohpun dijadikan-Nya bijaksana” (Mazmur 119:130 - T.L.). “Maka segala firman Tuhan itu betul dan menyukakan hati, bahwa hukum Tuhan itu suci dan ia itu menerangkan mata” (Mazmur 19:9 - T.L.).

6. Agar dapat diselamatkan, seseorang harus mempunyai iman. Tetapi bagaimanakah iman itu datang? Alkitab mengatakan iman itu datang dari Firman Allah.
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yohanes 20:30, 31). Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya” (Kisah Rasul 15:7).

7. Seseorang itu harus dimerdekakan. Tetapi bagaimanakah kemerdekaan itu datang? Yesus mengajarkan bahwa melalui kebenaranlah kemerdekaan itu didapat. “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yohanes 8:32).

8. Seseorang itu harus dipanggil. Tetapi bagaimanakah seseorang itu dipanggil? Dia dipanggil melalui Injil. “Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita” (2 Tesalonika 2:14).

9. Seseorang itu harus ditarik. Tetapi bagaimanakah orang-orang ditarik kepada Tuhan? Mereka ditarik melalui pengajaran Firman, orang yang mendengar dan belajar datang kepada Tuhan. Tetapi dia tidak dapat datang kecuali ditarik. Allah menariknya melalui pengajaran. “ Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku” (Yohanes 6:44, 45).

10. Seseorang harus dibersihkan. Bagaimanakah seseorang itu dibersihkan? Dia dibersihkan dengan darah Kristus (1 Yohanes 1:7; 2:2) melalui kepatuhannya kepada pengajaranNya. “Dengan apa gerangan orang muda akan memeliharakan jalannya suci dari pada salah? Jikalau dipatutkannya dengan firman-Mu” (Mazmur 119:9 - T.L.). “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu” (Yohanes 15:3).

11. Seseorang harus dikuduskan. Tetapi bagaimana? Seseorang itu dikuduskan oleh Tuhan (1 Tesalonika 5:23). Dalam kepatuhannya kepada kitab suci. Alkitab juga mengatakan bahwa seseorang itu dikuduskan oleh Roh (1 Korintus 6:11). Roh menguduskan melalui firman dan tidak pernah terpisah darinya. “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17).

12. Seseorang harus dimurnikan. Tetapi bagaimanakah hal itu dilakukan? Jiwa seseorang itu dimurnikan oleh darah Kristus dengan menuruti kebenaran. “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu” (1 Petrus 1:22).

B. Kuasa Allah dalam Keselamatan

Sekali lagi, Alkitab sangat jelas mengakui bahwa Tuhan dalam menyelamatkan manusia, memakai kuasaNya melalui firmanNya; Injil adalah kuasa Allah untuk menyelamatkan semua yang percaya. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16). Dalam ayat tersebut dua fakta dengan jelas dinyatakan: (1) Kelengkapan Injil untuk menyelamatkan; (2) Keuniversalan kuasa Injil dalam menjangkau orang yang percaya, tanpa membedakan ras atau kebangsaan. Sesungguhnya dunia perlu belajar bahwa kuasa yang Allah gunakan untuk menyelamatkan adalah InjilNya, yaitu pesan inilah satu-satunya harapan untuk keselamatan.

Injil, apabila diberitakan dengan kemurnian dan kesederhanaan, adalah kekuatan yang paling hebat di seluruh dunia. Itu adalah lebih kuat dari bom atom. Bom dapat menghancurkan kota, tetapi tidak dapat menyelamatkan jiwa. Bukan pula opini manusia atau kebijakan para filsuf yang dapat menyelamatkan jiwa manusia. Injil adalah kuasa yang olehnya Allah menyelamatkan dan menjadikan manusia anak-anakNya. Alkitab tidak menyebutkan adanya kuasa tambahan di dalam kelahiran baru.

Orang-orang yang diilhami tidak pernah meresepkan hal-hal lain selain dari kuasa Allah untuk menyelamatkan yang sesat. Ketika orang-orang berdoa supaya Allah mengirimkan “kuasa pertobatan” mereka telah menyangkal bahwa Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan. Tetapi oleh karena Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan dan firman itu adalah Injil, maka berdoa kepada Allah agar Dia mengirimkan “kuasa pertobatan” adalah tidak berguna. Roh Kudus tidak perlu bertindak sebagai tambahan kepada firman atas hati orang berdosa. Alkitab tidak mengajarkan bahwa orang berdosa akan menerima Roh Kudus secara ajaib, tidak pula mereka akan merasakan pengaruh langsung dari Roh Kudus. Orang berdosa tidak perlu menunggu untuk mendengar suatu “suara halus” atau pengalaman ajaib kelahiran kembali. Orang yang belum selamat harus mendengar Injil, mempercayainya dan mematuhinya.

C. Injil - Benih Kerajaan

Perumpamaan penabur mengajarkan tentang mutlaknya diperlukan firman Allah, benih rohani, untuk kelahiran baru (Lukas 8:4, 5; Markus 4:1-20; Matius 13:3-23). Baik di dunia alami maupun di dunia rohani, tidak akan pernah ada kehidupan tanpa benih. Benih itu penting dalam menjadikan seseorang itu Kristen. Firman itu adalah benih kerajaan. Kristus berkata, “Benih itu ialah firman Allah” (Lukas 8:11).

Firman Allah bagi kerajaan rohani adalah sama seperti biji gandum bagi kerajaan alami. Itu mengandung unsur kehidupan. Jika tidak ada benih ditanam, tidak akan ada panen. Jika tidak ada Injil diberitakan, tidak akan ada orang Kristen. Hati manusia adalah tanahnya dan benih memasukinya ketika orang mendengar Injil itu.

Mengapa setan mencoba untuk segera mengambil firman itu dari pikiran orang yang mendengarnya? Dia mengetahui kuasa firman itu. Benih itu akan menghasilkan hidup baru. Alkitab mengatakan bahwa semua orang yang selamat dilahirkan kembali oleh benih ini (1 Petrus 1:23). Ayat ini mengatakan bahwa firman Allah adalah sarana untuk menciptakan kehidupan baru di dalam hati, dan juga menegaskan bahwa benih kerajaan mengandung suatu vitalitas yang tidak akan pernah hancur atau rusak. Tidak seperti benih dunia jasmani yang binasa, firman Allah itu hidup dan tetap selama-lamanya. Petrus menambahkan, “Firman inilah Injil yang diberitakan kepada kamu” (1 Petrus 1:25).

Injil ini, yang diberitakan oleh rasul-rasul, adalah yang melahirkan kehidupan dan tidak dapat dibinasakan. Ini menyangkal ide-ide yang merusakkan yang mengatakan bahwa firman Allah itu tidak berkuasa sampai Roh Kudus bekerja pada hati orang berdosa secara misterius. Kuasa menghidupkan yang Roh Kudus berikan kepada Injil masih dipertahankan. Roh Kudus memberikan kehidupan melalui Injil hidup. Benih yang memberi hidup. Maka setan tidak pernah lebih sukses dari pada ketika dia meyakinkan manusia bahwa Alkitab adalah huruf mati; sebab apabila dia melakukan ini, dia telah merampas sarana keselamatan dari manusia.

Penyebaran kehidupan adalah misterius kepada pikiran manusia. Petani mungkin tidak mengetahui semua tentang permulaan hidup sayur-sayuran, tetapi dia tetap menabur benih, karena dia mengetahui bahwa hidup disebarkan dengan cara itu. Ini juga benar di realitas anugerah. Injil pertama-tama harus diberitakan, tanpa benih ini tidak akan ada kelahiran baru. Bagaimana kehidupan rohani disebarkan melalui firman adalah tidak penting. Yang penting adalah bahwa orang Kristen tidak akan terjadi tanpa firman. Yang penting dari hal ini adalah bukan bagaimana benih sampai kepada hati melainkan hasil yang di dapat, setan mengetahui bagaimana orang-orang lahir baru, maka kapanpun memungkinkan dia mencuri “firman dari hati mereka supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan” (Lukas 8:12), oleh karena kenyataan inilah maka perintah agung yang diberikan oleh Yesus Kristus sangatlah penting. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:15, 16). Apa yang dipercayai oleh seseorang? Itu adalah Injil. “Karena itulah kuasa Allah bagi keselamatan kepada setiap orang yang percaya” Apakah yang akan menghukum dia jika dia tidak percaya? Ketidak-percayaannya kepada Injil.

Sebab apa yang dikerjakan firman Allah, Paulus dengan sangat berpesan kepada Timotius untuk “Beritakan Firman” dalam semua keadaan (2 Timotius 4:1, 2).

D. Kuasa dan Kesempurnaan (lengkap) Kitab Suci

Sekarang perhatikan fakta-fakta lebih jauh tentang kuasa firman Allah. Kitab suci menegaskan bahwa dunia diciptakan oleh firman Allah. Sepanjang zaman para ilmuwan dan filsuf telah berspekulasi tentang awal segala sesuatu. Kitab suci mengatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1). Sarana yang dipakai dalam proses ini adalah firman. “Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada” (Mazmur 33:6, 9).

Sang pencipta berfirman dan alam semesta ini tercipta. Sebuah kebenaran yang harus diterima semua orang dengan iman, sebab tidak seorangpun yang sanggup menjelaskan melalui pengamatan bagaimana dunia ini tercipta, “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat” (Ibrani 11:3).

Ketika Kristus di atas bumi, perkataanNya sangat berkuasa. Semua mujizat yang dilakukan Kristus dilakukan dengan kuasa firmanNya (Matius 8:26-32; 14:19; Lukas 7:1-15; Yohanes 11:43). Dia mengucapkan kata dan pekerjaanNya terlaksana, begitu pula dengan pengajaranNya, perkataanNya penuh kuasa (Lukas 4:32).

Melalui Yesaya, Allah menyatakan bahwa firmanNya tidak akan kembali dengan sia-sia tetapi ia akan melaksanakan apa yang dia kehendaki dan akan berhasil dalam apa yang dia suruhkan (Yesaya 55:10, 11). Melalui Yeremia Allah berkata, “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” (Yeremia 23:29). Alkitab mengatakan bahwa tidak ada firman dari Allah yang tidak mempunyai kuasa (Lukas 1:37). Firman Allah selalu penuh kuasa.

Sama seperti sumbernya, firman Allah itu kekal, itu tidak akan pernah berlalu (Yesaya 40:8; 1 Petrus 1:24, 25). Yesus berkata “Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Matius 24:35).

Kitab suci itu tidak mati seperti yang dikatakan oleh sebagian kalangan, melainkan hidup, aktif dan berkuasa. Kitab suci berlimpah dengan energi kehidupan rohani. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12).

Firman (di dalam hati bukan di halaman barang cetakan) menyelamatkan, menghidupkan dan melahir-barukan. Tidak ada kekuatan pada kertas dan tinta; kekuatan itu terletak di dalam pikiran Allah yang ada di dalam firman. Alkitab berisi pikiran Allah yang dinyatakan. Pastilah, firman Allah itu tidak kurang kuasanya ketika dituliskan dari pada ketika diucapkan mengenai kebenaran keselamatan manusia.

Tuhan telah memberikan kepada manusia dalam firmanNya, “Segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh” (2 Petrus 1:3). Alkitab menekankan bahwa kitab suci adalah suatu petunjuk yang cukup untuk membimbing manusia kepada semua tanggung-jawab rohani, tidak ada hal-hal yang diperlukan oleh orang untuk diselamatkan yang tidak diberikan oleh firman Allah.

Tidak ada satu langkahpun yang tidak diberikan oleh firman Allah baik langsung maupun tidak yang perlu diambil oleh manusia pada saat dia meninggalkan dosa sampai akhirnya masuk surga, semuanya sudah tercantum di dalam kitab suci. Semua yang diperlukan manusia untuk keselamatan jiwanya telah lengkap di dalam kitab suci. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Timotius 3:16, 17).

Lebih jauh mengenai kemunduran manusia, dia dapat diubah menjadi seorang Kristen dengan cara mematuhi Injil. Kuasa Injil untuk menyelamatkan orang berdosa yang paling buruk sekalipun terlihat dari bukti dari catatan pemberitaan Paulus di Korintus, sebuah kota pemabuk, pemeras dan tidak menghormati wanita. “...pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (1 Korintus 6:10, 11).

Jika Injil dapat menyelamatkan orang Korintus dari dosa, maka dia dapat menyelamatkan siapa saja dari dosa asal dia mau menerimanya. Menggambarkan pertobatan mereka, kitab Kisah Rasul mengatakan “Dan banyak orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan dibaptis” (Kisah Rasul 18:8). Perjanjian Baru menggambarkan beberapa pertobatan, tetapi yang di Korintus cukup mendemonstrasikan kuasa Injil untuk menyelamatkan.

Alkitab mengatakan bahwa firman Allah itu dapat menyelamatkan jiwa-jiwa yang berdosa (Yakobus 1:21). Lalu mengapa sebagian orang mengatakan bahwa firman memerlukan kekuatan tambahan untuk dapat menyelamatkan? Injil, sebagaimana adanya adalah dapat menyelamatkan manusia sebagaimana adanya, apabila dia mematuhinya. Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab adalah cukup berkuasa untuk melaksanakan semua yang Allah kehendaki. Maka firman itu tidaklah lemah dan bukanlah suatu yang tidak berkuasa saat ini. Kuasa Allah untuk menyelamatkan orang sesat adalah dalam Injil atau pengajarannya, inilah yang dipakai oleh Yehovah dalam melahir-barukan orang.

Setelah seseorang menjadi anak Allah, dia memerlukan makanan supaya dia bertumbuh dan menjadi kuat di dalam keluarga Allah. Anak-anak Allah bertumbuh dengan cara diberi makan firmanNya. “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan” (1 Petrus 2:2). “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang” (1 Timotius 4:13, 15). Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4).

Pada hari penghakiman nanti, semua orang akan dihakimi. Orang-orang akan dihakimi dengan firman. Berbicara tentang penghakiman, Yesus berkata, “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman” (Yohanes 12:48).

Alkitab dengan jelas mengajarkan Roh Kudus tidak beroperasi langsung kepada orang berdosa maupun kepada orang Kristen melainkan melalui instrumen (alat) kebenaran yang dinyatakan (Alkitab). (Efesus 3:3-5, 17; 5:18, 19; Kolose 3:16). Roh memimpin, membimbing, mengarahkan anak-anak Allah melalui firman, dengan iman dan tidak ada cara lain (2 Korintus 5:7; Roma 10:17). Alkitab diilhamkan Allah, menjadi final, lengkap dan sempurna dan satu-satunya pembimbing yang tidak dapat salah dan berkuasa dalam semua perkara rohani (1 Korintus 2:10-13; 2 Yohanes 9-11; Yehuda 3).

II. Sifat Manusia

Banyak orang yang memiliki pandangan yang salah tentang sifat manusia. Mereka berpendapat bahwa manusia secara total telah bejat (rusak) sejak lahir dan karenanya dia memerlukan operasi langsung dari Roh Kudus untuk keselamatan. Kitab suci tidak mengajarkan kerusakan yang diwariskan. Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Dosa itu dilakukan oleh seseorang; itu adalah suatu tindakan dan tidak dapat diwariskan. “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya” (Yehezkiel 18:20).

Bayi-bayi tidak dilahirkan dalam dosa. Mereka tidak dapat mewarisi suatu tindakan dari orang tua mereka. Dosa tidak diturunkan dari orang tua kepada anak (Matius 18:1-3; 19:14).

Mengenai dosa, kitab suci mengatakan, “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain” (Efesus 2:1, 3). Perhatikan, ayat ini tidak mengatakan mati karena warisan atau lahir dalam kematian tetapi mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kata lahir tidak nampak dalam ayat ini. Kata pada dasarnya dalam ayat 3 sama seperti di dalam 1 Korintus 11:14 berarti kebiasaan, praktek atau sifat kedua. Ekspresi ini dipakai untuk menggambarkan kelakuan orang Efesus sebelum mereka mematuhi Injil. Mereka mati dalam dosa oleh pelanggaran-pelanggaran mereka sendiri (lihat juga ayat 5). Memang benar bahwa kematian jasmani yang menimpa manusia disebabkan oleh dosa Adam (1 Korintus 15:22). Tetapi adalah tidak benar bahwa semua orang dilahirkan dalam dosa oleh sebab pelanggaran Adam. Adalah dosa orang itu sendiri yang memisahkannya dari Allah. “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Yesaya 59:1, 2).

Ketika Injil diberitakan, Roh Kudus bekerja melalui firman kepada orang-orang yang mendengarnya. Mereka dapat mematuhi pengajaran dan diselamatkan, atau mereka dapat menolaknya dan tersesat (Kisah Rasul 28:27). Seseorang itu menolak Roh ketika dia menolak firman Roh, sebab dia memiliki kebebasan moral untuk patuh atau tidak patuh kepada Injil (Kisah Rasul 7:51; Nehemia 9:30). Yesus berkata, “namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40). Dia tidak mengatakan kamu tidak boleh datang, tetapi kamu tidak mau datang.

Tidak ada kuasa di seluruh alam semesta ini yang akan menyelamatkan orang berdosa apabila mereka menolak untuk mentaati Injil. Allah tidak akan memaksa siapapun untuk mentaatiNya. Jika orang berdosa menolak pesan keselamatan dan hilang untuk selamanya, kesalahan ada pada dirinya sendiri. Dia seharusnya dapat saja diselamatkan. Allah pastilah senang untuk menyelamatkan jiwanya dari pada menghukumnya karena ketidak-patuhannya. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Petrus 3:9). Lihat juga Yehezkiel 18:23, 32; 33:11; Kisah Rasul 24:25, 28.

III. Tidak Ada Operasi Langsung Dari Roh

Alkitab tidak menceritakan adanya seseorang yang dilahirkan kembali oleh pengaruh roh yang samar-samar dan tidak dapat dijelaskan. Tidak juga memberikan contoh adanya orang yang berdosa yang mengalami pengaruh langsung roh selama kelahiran barunya. Lebih jauh lagi tidak ada orang yang diilhami Allah yang mengajarkan bahwa operasi seperti itu diperlukan. Tidak ada orang yang diilhami Allah yang pernah mengajarkan bahwa orang berdosa harus datang ke altar dan berdoa untuk pengampunan, tidak disebutkan adanya kelahiran baru instan atau mendapat agama tiba-tiba atau mempunyai pengalaman anugerah. Ungkapan-ungkapan seperti itu adalah modern, dan menyatakan kesalah-fahaman akan pengajaran kitab suci. Orang-orang yang disebutkan di dalam cerita kelahiran baru dalam Alkitab adalah ditobatkan melalui kuasa firman Allah. Dalam setiap contoh tersebut Injil selalu diberitakan walaupun orang berdosa tidak lahir baru sendiri, dia dilahirkan kembali melalui mendengar dan mematuhi Injil yang adalah pesan Roh Kudus.

Jika Roh Kudus mentobatkan orang secara langsung, terpisah dari firman, mengapa tidak semua orang ditobatkan? Mengapa penyembah-penyembah berhala tidak ditobatkan semua? Tetapi orang-orang Kristen tidak didapati dimana Injil belum pernah di dengar. Karena itulah misionaris dikirim untuk memberitakan firman kepada orang-orang sesat agar mereka boleh percaya dan diselamatkan. Jika teori operasi langsung Roh Kudus dalam kelahiran baru itu benar, mengapa harus mengirimkan orang ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil? Orang-orang yang memegang posisi bahwa Roh Kudus beroperasi secara langsung tidak dapat menjawab pertanyaan tadi.

Jika operasi langsung Roh Kudus penting untuk kelahiran baru, maka Allah menunjukkan pilih kasih manakala Dia tidak melahir-barukan semua orang. Jika Allah menahan kuasa melahir-barukan orang dari sebagian orang tetapi mengirimkannya kepada sebagian orang lain, maka berarti Dia menilik atas rupa orang. Padahal Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa “Allah tidak membedakan orang” (Kisah Rasul 10:34; Roma 2:11; 1 Petrus 1:17). Teori operasi langsung Roh Kudus dalam kelahiran baru menghapuskan semua tanggung-jawab manusia. Jika benar, teori ini menjadikan Allah bertanggung-jawab sepenuhnya ketika orang berdosa dihukum pada hari penghakiman.

Hawa dipengaruhi untuk berbuat dosa oleh kata-kata setan (Kejadian 3:1-6, 13). Manusia sekarang ini dipengaruhi untuk melakukan kebenaran oleh firman Allah. Apakah perkataan setan lebih berkuasa dari pada firman Allah? Menurut teori operasi langsung Roh Kudus, Allah tidak mampu hanya dengan firmanNya saja untuk mencapai hati orang berdosa.

Lebih jauh lagi, jika Roh Kudus menggunakan pengaruh langsung dalam kelahiran baru, terpisah dari firman maka berarti Injil itu bukan kuasa Allah untuk menyelamatkan (Roma 1:16).

Sebagaimana telah diperhatikan, pada awal era kekristenan, Roh datang kepada rasul-rasul dan mereka berbicara sebagaimana yang diberikan oleh Roh Kudus untuk berbicara. Ketika orang mendengar rasul-rasul, mereka mendengar Roh berbicara. Kelahiran baru terjadi ketika mereka percaya dan mentaati apa yang mereka dengar. Sekarang ini ketika orang-orang mendengar Injil, mereka mendengar suara Roh. Ini adalah satu-satunya cara dimana orang dapat mendengar suara Roh. Walaupun orang yang diilhami Allah tidak lagi hidup saat ini, tulisan-tulisan mereka ada; Alkitab itu diilhami (Nehemia 9:30; 2 Timotius 3:16, 17; 2 Petrus 1:21; 2 Samuel 23:2).

Pada zaman rasul-rasul, banyak orang yang tidak bertobat. Tetapi itu bukan disebabkan oleh disembunyikannya kuasa-kuasa khusus; keinginan mereka sendiri yang menyebabkan hal itu (Kisah Rasul 24:25; 26:28). Bagaimanapun juga, mereka yang diselamatkan mendengarkan Injil, percaya kepadanya, bertobat dari dosa-dosa mereka, setelah mengakui iman mereka kepada Kristus sebagai anak Allah, mereka dibaptiskan, maka mereka memasuki kerajaan (Kisah Rasul 2).

Orang kaya yang berada di tempat sengsara (tartarus) adalah satu-satunya orang yang dicatat di dalam Alkitab yang pernah meminta pertolongan Allah melampaui firman yang diwahyukan. Permintaannya ditolak (Lukas 16:19-31). Orang kaya ini meminta agar Abraham mengirim Lazarus kembali dari kematian dan memperingatkan 5 orang saudaranya yang masih di bumi untuk bertobat agar mereka terlepas dari tempat yang mengerikan dimana dia berada. Jawaban Abraham, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi. Baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.” Jika saja orang kaya yang berada di tempat sengsara itu memperhatikan hukum dan nabi-nabi, dia tidak akan berada di tempatnya saat ini. Keadaan yang menyedihkan yang sama dapat dihindari oleh saudara-saudaranya jika mereka mendengarkan ajaran kitab suci. Saat ini orang-orang memiliki baik Perjanjian Lama maupun Baru (Musa dan nabi-nabi dan Kristus dan rasul-rasul). Inilah yang Allah, Kristus dan Roh Kudus kirimkan untuk menghasilkan pertobatan. Tidak ada mujizat akan diadakan, kitab suci sudah cukup untuk mencapai hasil yang dikehendaki Allah yakni keselamatan jiwa pria dan wanita. Semua harus memperhatikan, bagaimana mereka mendengar (Lukas 8:18) dan apa yang mereka dengar (Markus 4:24).

IV. Kesimpulan

Di dalam pelajaran ini telah dipelajari bahwa dalam kelahiran kembali seorang yang berdosa, Roh Kudus selalu bekerja melalui firman dan tidak terpisah darinya. Dia tidak pernah bekerja secara langsung ataupun secara misterius.

Kebenaran Allah adalah medium yang mana melaluinya Roh Kudus melahirkan, menghidupkan dan mentobatkan orang berdosa. Orang yang bertobat dari dosa-dosanya, setelah di ajar dengan Injil, mengaku imannya kepada Kristus dan dibaptiskan, menjadi seorang Kristen dan dapat menikmati semua janji-janji Allah. Jika dia setia sampai mati, dia akan menerima mahkota hidup (Wahyu 2:10).

Catatan

  1. Redaksi berterima kasih kepada Sdr. Perry B. Cotham yang telah memberikan buku “Conversion” pada waktu redaksi berada di Kuala Lumpur bulan Desember 2003 yang lalu. Buku “Conversion” halaman 50-69 inilah yang dialih-bahasakan oleh redaksi dalam artikel ini (Alex Daniel).
  2. Kutipan ayat-ayat Alkitab diambil dari Alkitab Terjemahan Baru terbitan L.A.I. Kecuali yang disebutkan sumbernya di akhir kutipan, seperti T.L. untuk terjemahan lama, T.B.2 untuk terjemahan baru edisi 2.