Kebenaran Bagi Dunia

Surga

“Kemana kamu ingin pergi bila kamu mati?” Ke surga! “Apa tujuanmu menjadi orang Kristen?” Saya ingin masuk ke surga! “Apakah tempat yang paling indah?” Surga! Surga demikianlah namanya. Surga merupakan sumber penghiburan dan pengharapan terbesar bagi semua umat yang setia kepada Tuhan Semua orang bahkan orang jahat-pun ingin pergi ke sana. Manusia dengan sadar atau tidak sadar begitu mudah mengucapkan kata ini. Seakan-akan mereka sudah pernah melihat dan merasakan surga itu seutuhnya. Surga menjadi kata yang sangat menyejukkan.

Seorang ibu berkata kepada anaknya yang selamat dari peristiwa yang membahayakan hidupnya, “Oh anakku engkaulah surgaku”.
Ketika seorang wanita muda sedang meratapi kematian anaknya yang baru berusia lima tahun, seorang anak perempuan yang kebetulan juga telah ditinggal ibunya beberapa saat setelah dia lahir berkata kepada wanita tersebut, “Nyonya, jangan kuatir, ibu saya akan menjaga anak nyonya di surga!”

Surga sangat menyejukkan dalam kepenatan, surga akan menjadi penghibur di dalam duka-cita dan kesukaran. Surga sangat identik dengan segala sesuatu yang indah Perhatikanlah ekspresi berikut: Surga itu ada di hatimu, Surga itu ada di telapak kaki ibu, Surga itu hanya khayalan saja, Surga itu bagaikan pulau Bali, Surga itu di atas sana, Surga itu tempat Allah bertahta, dan lain-lain. Surga adalah salah satu topik Eskatology yang sangat menarik untuk di bahas. Topik yang paling menarik dan banyak di singgung dalam Alkitab. Hanya dengan sumber pengajaran yang benar yang bisa membimbing semua orang untuk memiliki pengertian yang benar tentang surga.

Apakah Surga Itu?

Dalam bahasa Ibrani, kata Syamayim berarti surga. Dalam Alkitab kata ini selalu muncul dalam bentuk jamak, biasanya berarti sesuatu yang ditinggikan. Kata ini memiliki persamaan dengan Ouranos dalam bahasa Yunani dan Heavens atau Heaven dalam bahasa Inggris. Kata Syamayim ditemukan sebanyak 420 kali dalam Perjanjian Lama Sedangkan kata Ouranos ditemukan sebanyak 284 kali dalam Perjanjian Baru yang berarti surga (heaven). Kata ini juga digunakan dalam beberapa cara dalam Alkitab.

Pertama, menunjukkan angkasa dimana ada terdapat awan dan dimana burung-burung berterbangan. (Kejadian 2:19; Daniel 7:13). Kedua, tempat dimana ada matahari, bulan dan bintang (Kejadian 1:14-16) Ketiga, surganya surga (surga yang ketiga) yaitu tempat dimana Allah bertahta (Matius 5:12; Matius 6:20; 2 Korintus 12:2; Mazmur 33:13-14). Keempat, surga yang merupakan bahasa kiasan untuk Allah (Matius 21:25) Dalam pelajaran ini yang akan di bahas adalah surga tempat Allah bertahta,.yang juga sering disebut surga yang ketiga.

Bagaimanakah Keadaan Surga Itu?

Surga bukanlah suatu tempat yang bersifat jasmani (material). Bila kita membaca kitab Wahyu pasal 21 maka kita akan melihat gambaran yang begitu indah tentang surga. Disebutkan sebagai “langit baharu” dan “bumi baharu”, “kota Kudus”, “Yerusalem yang baru” (ayat 1-4). Dalam ayat 6-8 kita melihat deskripsi dari barang siapa yang akan tinggal disana. Dalam ayat 9-26 digambarkan bagaimana keindahan dari keadaan. Surga itu suatu tempat dimana hanya ada siang, tidak ada dosa, tiada tangis, tiada kesedihan, tiada kematian. Ketika membaca teks ini kita harus menaruh dalam benak bahwa apa yang dituliskan oleh rasul Yohanes dalam pasal ini adalah bahasa gambaran untuk menunjukkan betapa indahnya surga tersebut, kontras dengan keadaan dunia. Surga adalah sebuah kota yang memiliki fondasi. Keadaan surga yang hanya kita tahu melalui bahasa figuratif dan bukan sebagaimana kota fisik di bumi akan menantang kita untuk selalu berjalan dalam iman dan bukan dengan penglihatan .

Surga bukanlah tempat dimana hal-hal fisik bisa kita temukan. Paulus berkata, “Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa” 1 Korintus 15:50. Dalam Matius 22:30 - Yesus berkata, “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga.”

Memang sangat sulit untuk membayangkan bagaimana manusia bisa menikmati keindahan di surga bila tidak ada hal-hal fisik disana. Namun kita semua harus mengerti bahwa ada saatnya dimana kenikmatan fisik kita akan lenyap suatu saat dan akan digantikan dengan suatu kenikmatan surgawi yang tiada taranya. Surga adalah tempat peristirahatan dari kelelahan di atas bumi ini, Wahyu 14:13 - “Dan aku mendengar suara dari surga berkata: Tuliskan: ‘Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.’ ‘Sungguh,’ kata Roh, ‘supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.’ Surga adalah tempat untuk menuai. Dunia ini adalah tempat dimana manusia itu menabur. Beraktivitas dalam mengisi hidup. Berlelah dan berjerih payah untuk mengumpulkan harta rohani di surga. Dan hasil akhirnya akan dirasakan di surga. Matius.6:19- “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” Surga adalah tempat untuk bersuka-cita. Barang siapa yang setia kepada Kristus selama mereka hidup maka mereka akan merasakan kebahagiaan kekal di sana. Matius 25:21- Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Siapakah Yang Akan Menghuni Surga?

Yesus berkata, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya,” Matius 7:13-14. Surga adalah rumah Allah, istana dimana Allah bertahta. Yesus sendiri pernah berjanji bahwa Dia akan pergi untuk menyediakan tempat bagi pengikutNya di rumah BapaNya yang di surga...Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu... Yohanes 14:3. Surga adalah sebuah janji yang begitu berharga bagi umat Allah yang setia. “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu” Matius 5:12. Dalam 2 Korintus 5:1 Paulus berkata “...Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak di buat oleh tangan manusia.”

Surga adalah tempat reuni para umat yang setia, akan menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang setia dalam segala zaman. Disana akan bertemu para patriak seperti Abraham, Ishak dan Yakub. Kejadian 25:8 - “Lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.” Disana juga tempat bertemunya orang-orang seperti Daud, Salomo, Hiskia dan lain-lain. Disana akan menjadi tempat pertemuan kembali dengan umat yang setia zaman dahulu dan yang berpada saat kedatangan Yesus yang kedua nanti, 1 Tesalonika 2:19-20: “Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu? Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami. Semua umat setia akan saling mengenal satu sama lain.”

Jadi barang siapa yang setia kepada Allah dan segala firmanNya sampai akhir hayatnya maka dia-lah yang akan menjadi warga negara surgawi kelak. Matius 7:21: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.”